Warga Resah, Pemadaman Listrik di Nias Minimal Tiga Kali Sehari

NIAS, SANURIA.COM| Warga Pulau Nias khususnya Kota Gunungsitoli mengaku resah dan kesal akibat pemadaman listrik yang terjadi setiap hari. Pemadaman listrik terjadi minimal tiga kali dalam sehari, dan waktu pemadaman dilakukan saat umat muslim menunaikan salat.

Kekesalan tersebut diungkapkan Amir mendrofa yang ditemui wartawan di Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Jumat (26/2/2019). Menurut Amir, PT PLN Area Nias sepertinya tidak memiliki toleransi beragama, sehingga memadamkan listrik di saat umat muslim melakukan salat.

“Pemadaman listrik oleh PLN Area Nias seperti sudah terencana waktunya, karena pemadaman saat ini terjadi di saat umat muslim menunaikan salat Zuhur, Maghrib dan salat Subuh. Kadang juga pemadaman dilakukan ketika umat muslim menunaikan ibadah Jumat,” ujar Amir.

Bhotaniman salah seorang wartawan Waspada juga mengungkapkan demikian. Bahkan dia mempertanyakan pemadaman listrik yang dilakukan PLN Area Nias melalui akun facebooknya yang bernama Delaw Waspada.

Bhotaniman mempertanyakan tujuan PT PLN Area Nias melakukan pemadaman listrik saat umat muslim Kota Gunungsitoli melaksanakan ibadah salat.

Ditemui di kantor PT PLN Area Nias sebelumnya, Kamis (25/2) manajer PT PLN Area Nias Krisantus Setyawan membantah jika pemadaman listrik di Kota Gunungsitoli waktunya sudah direncanakan.

Namun, dia mengakui pemadaman listrik di Pulau Nias, khususnya Kota Gunungsitoli masih kerap terjadi. Menurut dia, pemadaman terjadi akibat masalah jaringan yang ketimpa pohon dan juga sebagian kecil karena layangan yang nyangkut di jaringan.

Disinggung mengenai daya saat ini, Krisantus memberitahu jika daya saat ini di PT PLN Area Nias mencukupi.

“Daya kita saat ini 29 MW, sedangkan beban puncak 27 MW. Namun, beban tersebut bisa kurang dan juga lebih, karena beban puncak tergantung pemakaian pelanggan. Kita berharap masyarakat mau bekerjasama dan merelakan pohon miliknya yang ada dibawah dan atas jaringan mau ditebang. Selain itu, kita imbau masyarakat tidak bermain layangan di lokasi yang ada jaringan listrik, sebab benang dan layangan yang tersangkut pada jaringan dapat menyebabkan koslet,” terang Manajer PT PLN Area Nias itu. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *