Warga Nias di Medan Rayakan Natal dan Tahun Baru

MEDAN, SANURIA.COM – Sekitar seribuan lebih masyarakat Nias di Medan yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Nias (PMN), memeriahkan perayaan Natal 2017 dan syukuran tahun baru 2018 di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara, Minggu (21/1/2018).

Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB yang diawali festifal koor dari berbagai denominasi gereja, dan pelaksanan kebaktian hingga acara diisi dengan kata sambutan tokoh-tokoh masyarakat Nias dan berakhir dengan acara hiburan maena rohani sampai pukul 21.30 WIB.

Menurut Ketua Panitia Natal PMN Dr Firman Halawa SH MH, sebelum melaksanakan kegiatan Natal 2017 dan syukuran Tahun Baru 2018, PMN telah melaksanakan berbagai kegiatan sebelumnya.

Kegiatan dimaksud seperti silang layang pelayanan di berbagai denominasi gereja warga Nias yang berada di Medan dan sekitarnya.

“Dan hari ini dapat disaksikan bersama antusiasnya warga Nias bertemu dengan saudara-saudara dari Pulau Nias dalam merayakan Natal 2017 dan syukuran Tahun Baru 2018. Hal ini merupakan pertemuan silahturahim antar saudara-sauadara warga Nias yang berada di Medan dalam meningkatkan hubungan kasih dan persaudaraan antar sesama asal Kepulauan Nias,” kata Firman Halawa dalam sambutannya.

Sementara Pdt Marthin Manulang STh MMin dalam khotbahnya, mengutip tema Natal yang diambil dalam Ibrani 13: 1, yaitu “Peliharalah Kasih Persaudaraan”.

Ia mengatakan, bahwa hanya karena Kasih Tuhan yang telah memperbaiki hubungan manusia dari dosa, sehingga memperoleh hidup dan mendapat keselamatan.

“Tuhan telah tulus dan rela datang bagi dunia ini untuk merubahkan keadaan dunia menjadi beroleh kasih karunia. Dan kasihNya itulah yang hidup dalam kebersaman kita malam hari ini dalam bertemu dengan saudara saudara kita dari Pulau Nias, dan kasihNya juga yang mengatarkan kita hingga sampai pada pada tahun 2018,” ujarnya menyemarakkan dalam khotbah.

Lebih lagi menambahkan, bahwa Kasih dari Tuhan itu sangat kuat dan itu hidup dalam setiap rumah tangga dan persaudaraan. Ia mengilutrasikan cerita tentang seorang suami dan istri yang bertengkar hebat dan akhirnya mengajukan tuntutan perceraian.

Mereka sepakat dalam membuat keputusan menanyakan kepada ketiga anaknya masing-masing untuk memutuskan siapa yang mau ikut ayah dan siapa mau ikut ibunya.

Anaknya semua mengatakan bahwa tidak mau pisah dengan ayah dan ibunya, dan kalau itu dipaksakan, maka mereka bersepakat semua ikut ibunya. Akhirnya si ayah dan ibunya berubah hati dan tidak melanjutkan gugatan perceraian.

Keadaan semua berubah, kenapa keadaan itu bisa berubah, jawabannya adalah karena kasih itu sangat kuat, tidak mau berpisah dengan kasih dan persaudaraan.

“Hal ini juga terlihat dalam Perhimpunan Masyarakat Nias malam ini yang masing-masing berbeda tempat gereja dan ibadah, ternyata tidak mau kalau tidak bersatu dalam Tuhan sehingga antusiasnya melalui acara perayaan natal syukuran tahun baru ini datang kemari bertemu dengan saudara saudaranya. Semoga kasih Tuhan itu juga tetap hidup di tengah- tengah kehidupan masyarakat kita di Kota Medan ini,” harap Pdt Marthin Manulang.

Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Nias (PMN) Emanuel Daeli ST dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan pertemuan-pertemuan PMN ke depan akan tetap dilanjutkan.

Hal ini disemarakkan dalam mendorong percepatan pembangunan di Kepulauan Nias, sambil menghimbau pemerintah di Kepulauan Nias dihadapan pejabat-pejabat daerah kepulaun Nias agar pemerintah memperhatikan keberadaan masyarakat Nias yang berada di Medan.

“Termasuk soal soal identitas kependudukan, yang masih umumnya masyarakat perantau dari Nias di Medan ini masih memiliki KTP Kepulauan Nias dan belum terdaftar perpindahan kependudukan di Medan ini, sehingga administrasi kependudukan tentang pencatatan kelahiran anak-anak kita sering menjadi kendala,” kata Emanuel Daeli.

Ia juga mengajak masyarakat Nias melalui wadah PMN agar tetap bersatu dan tetap kompak dalam menghadapi dinamika politik Pilkada ke depan.

“Meski dukungan dan pilihannnya berbeda, tetapi tetap satu dalam membangun kebersamaan Ononiha dan menjalin hubungan persaudaraan,” ajaknya mengakhiri.

Sekitar seribuan lebih masyarakat Nias di Medan yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Nias (PMN), memeriahkan perayaan Natal 2017 dan syukuran tahun baru 2018 di Gedung Auditorium Universitas Sumatera Utara, Minggu (21/1/2018).

Akhirnya acara tersebut diakhiri dengan tarian Maena bersama, yang turut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Nias dan tokoh gereja diantaranya, Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli SPd, anggota DPRD Sumut Analisman Zalukhu SSos dan Lidiani Lase.

Hadir juga Kepala Dinas KB Pemprovsu Dr Ria Telaumbanua MKes, Ketua DPRD Nias Barat Ir Nitema Gulo Msc, Kepala BNN Gunungsitoli AKBP Faduhusi A Zendato SH MH, Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa SPd, AKBP Bazawato Zebua SH MH, AKP Buala Zega SHMH.

Penasehat PMN Fatibaso Mendofa SE, Ir Sudirman Halawa SH, Restu Kurniawan Sarumaha SE, Dosen USU Dr Faigiziduhu Buulolo, Mariati Zendato SH MH.

Juga pendeta dari berbagai denominasi gereja yakni Pdt Waspada Halawa STh, M Min, Pdt Y Lugu STh, Pdt Dr Perlin Zebua STh MTh, Pdt Aliran Gea STh dan para pendeta di berbagai gereja lainnya [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *