Warga Lapor Penyalahgunaan Dana Desa di Nias Barat

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM — Sejumlah warga Desa Lologundre, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat melaporkan penyalahgunaan dana desa di Desa Lologundre tahun anggaran 2016/2017.

Laporan warga Desa Lologundre yang diantar perwakilan warga diserahkan langsung ke bagian penerimaan surat dan laporan pengaduan masyarakat di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Selasa (6/2/2018).

Salah seorang perwakilan warga desa Lologundre yang tidak mau namanya dipublikasikan, mengaku jika mereka melaporkan penyalahgunaan dana desa di desa mereka, karena apa yang seharusnya dilaksanakan di APBDesa tidak sesuai dengan pelaksanaan di lapangan.

Menurut dia, beberapa item laporan mereka adalah pembangunan gudang induk mata air dan rehap pipa di Hili Rombo dan Manu Manu, dimana dalam APBDesa Lologundre tahun anggaran 2016 dananya dianggarkan sebesar Rp 106.656.028.

Namun bak induk di Hili Rombo dan Manu Manu hanya dibangun dengan ukuran 2×4 meter yang dananya diperkirakan terpakai hanya sebesar Rp 24.750.000, dan rehap pipa tidak pernah dilakukan dan masih menggunakan pipa tahun 2008 saat NGO membangun gudang induk mata air di Desa Lologundre.

“Masih banyak lagi penyelewengan dana desa tahun 2016 yang telah kami sampaikan dalam laporan yang telah kami serahkan kepada penegak hukum tadi,” terangnya.

Dia juga menambahkan, selain melaporkan pelaksanaan fisik, mereka juga melaporkan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan kepala desa, dimana anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) ada dua orang yang tidak pernah diikutsertakan dalam kegiatan, padahal mereka adalah bagian dari TPK desa Lologundre.

“Banyak sekali penyalagunaan dana desa tahun 2016/2017 di desa kami, bahkan ada dalam spj nama warga tercantum sebagai tukang dan menerima dana HOK sebesar Rp 6.080.000, padahal warga tersebut sama sekali tidak pernah menerima HOK dan menandatangani spj tersebut,” ujarnya.

Mantan Kepala Desa Lologundre Opilih Hia yang dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (7/2/2018) membantah jika terjadi penyalahgunaan dana desa di desanya selama dia menjabat.

Opilih mengatakan, jika semua sudah dilaksanakan sesuai APBDes dan tidak ada yang salah sama sekali.

“Semua sudah kita laksanakan sesuai APBdes dan sudah selesai bahkan telah diterima oleh Bupati Nias Barat. Apa yang dilaporkan para warga tersebut tidak benar,” tegasnya melalui telepon seluler.

Disinggung mengenai nama warga yang tercantum dalam SPJ sebagai penerima HOK, Mantan Kades Lologundre tersebut menerangkan jika tidak semua warga menandatangani SPJ, tetapi HOK dibagi rata semua keluarga, dan hanya satu warga yang mewakili menandatangani walau warga lainnya ada namanya dalam SPJ.

Kapolres Nias melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo membenarkan jika Polres Nias telah menerima laporan warga Desa Lologundre mengenai penyalahgunaan dana desa. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *