Walikota: Pembangunan RSUD Gunungsitoli Harus Sesuai Aturan

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM — Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua meminta pembangunan pengembangan ruang inap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli dilakukan sesuai aturan.

Ini disampaikan Lakhomizaro Zebua kepada sejumlah wartawan pada acara temu pers Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan wartawan di restauran Umbu Kaliki, Jalan Elang, Desa Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kamis (14/9/2017).

“Kemarin ada demo mengenai pembangunan di RSUD Gunungsitoli terkait belum ada izin. Kita akan tegakkan peraturan dan sudah mengatakan kepada Sekda untuk menegakkan peraturan,” tegas Walikota Gunungsitoli.

Menurutnya, Pemerintah Kota Gunungsitoli sudah memberi toleransi selama tiga bulan. Namun, karena tinggal izin Analisa dan Dampak Lingkungan (Amdal) yang belum keluar, Pemko Gunungsitoli berharap segera keluar, karena RSUD Gunungsitoli juga bagian dari Kota Gunungsitoli.

BACA JUGA
Belum Ada Amdal, Pembangunan RSU Gunungsitoli Dihentikan

“Soal pembangunan di RSUD Gunungsitoli, kita akan tegas. Tetapi kita juga harus beri waktu, karena kita juga butuh RSUD Gunungsitoli, dan kita jangan tolak pembangunan tetapi hanya menindak ketidakbenaran prosesnya,” ujar Walikota Gunungsitoli.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jaya Mendrofa mengatakan jika pengurusan Amdal dilakukan di Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara dan sudah dilakukan. Bahkan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) sudah diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Propinsi untuk dievaluasi Komite Penilai Amdal (KPA).

“Kita sudah urus Amdal, dan kini DELH sedang dalam evaluasi KPA. Kita tidak urus di Pemko Gunungsitoli, karena KPA hanya ada di Dinas Lingkungan Hidup Propinsi. Lingkungan Hidup Propinsi pernah mengundang pihak Pemko Gunungsitoli untuk memberikan penilaian teknis terkait DELH yang kita ajukan, tetapi tidak dihadiri,” beber Jaya Mendrofa. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *