Tiket Pesawat Langka, Sejumlah Travel Diduga Booking Fiktif

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM — Beberapa bulan terakhir ini harga tiket pesawat Gunungsitoli–Kualanamu dan sebaliknya melonjak dratis. Ironisnya, setiap masyarakat hendak membeli tiket secara elektronik harus kecewa karena tiket sudah habis dibooking.

Pihak travel juga kerap berkilah jika tiket telah habis, dan hanya bisa menjual tiket dengan mengalihkan nama tiket yang telah dibooking sebelumnya oleh pejabat yang batal berangkat dengan harga yang cukup tinggi.

Mahalnya harga tiket Gunungsitoli-Kualanamu juga diaminkan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa.

Herman Jaya Harefa yang dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (12/9) bahkan mempertegas jika ada kejahatan ekonomi terorganisir dalam penjualan tiket Gunungsitoli-Kualanamu dan sebaliknya.

“Kelangkaan tiket dalam sistem penjualan elektronik merupakan ulah dari sekelompok orang yang dengan sengaja memblok tiket secara keseluruhan dengan sistem booking atas nama orang secara sembarangan, sehingga harga tiket melambung naik. Bahkan ada travel tertentu yang dengan berani sengaja membooking tiket pesawat menggunakan nama-nama pejabat di Pulau Nias yang sering ke luar daerah,” tegas Herman melalui pesan singkat.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli menganggap, perbuatan travel travel nakal tersebut merupakan kejahatan luar biasa dan berharap pihak penegak hukum khususnya Kepolisian mengusut hal tersebut dan menyeret pelakunya ke ranah hukum.

“Saat ini tiket langka, bahkan harga tiket Nias-Kualanamu dan sebaliknya jauh lebih mahal dari harga tiket Medan-Jakarta. Ada travel yang ontime 24 jam di depan komputer dan sengaja bekerja untuk ini, sehingga bisa menjual tiket setiap harinya 50-100 tiket,” beber Ketua DPRD Kota Gunungsitoli.

Herianto Zega, komisaris Gerai Garuda Gunungsitoli-Kepulauan Nias yang dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (13/9/2017) mengakui ada mendengar informasi terkait permainan booking fiktif tiket di Pulau Nias.

Namun, menurut dia, hal tersebut tidak bisa dilakukan untuk tiket Garuda, sebab batas booking tiket Garuda hanya dua jam.

“Di Pulau Nias saat ini maskapai ada dua, yakni Garuda dan Wing’s Air. Untuk melakukan booking fiktif, saya rasa untuk tiket garuda sangat berat dan tidak bisa dilakukan, sebab waktu booking hanya dua jam. Biasanya hal tersebut bisa dilakukan untuk tiket Wing’s Air, dimana pihak travel bekerjasama dengan pihak perwakilan maskapai,” terang Herianto melalui telepon seluler.

Soal pernyataan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli telah terjadi kejahatan ekonomi, Herianto juga sangat mendukung dan membenarkan hal tersebut. Menurut dia, ada beberapa travel nakal yang melakukan hal tersebut di Pulau Nias, dan berharap pihak penegak hukum mengusut dan menjerat para pelaku. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *