Tengku Erry Nuradi Resmi Jadi Gubernur Sumut

Sedang target Ketiga; penerapkan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi di Sumut dengan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komitmen tersebut telah tertuang dengan dikeluarkannya Keputusan Gubernur Sumatera Utara tentang Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 pada tanggal 4 Mei 2016.

Rencana aksi meliputi 9 poin bidang prioritas yang perlu perbaikan dengan target waktu pencapaian paling lama akhir tahun 2017 yakni bidang perencanaan dan penganggaran keuangan, pengadaan barang dan Jasa, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen SDM, penguatan peran inspektorat, optimalisasi pendapatan daerah, pembenahan asset daerah, Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Sumut dan partisipasi publik.

“Kita sudah bekerjasama dengan Pemko Surabaya untuk membangun dan menerapkan e-governement dengan sistem IT terintegrasi. E-government penting untuk efisiensi, efektifitas dan sinergitas tata kelaola keuangan maupun pelayanan. Penerapan e-governement untuk untuk mengubah image Sumatera Utara sekarang lekat dengan korupsi. Kita ingin mengubah itu image miring itu secepatnya,” harap Erry.

Target Keempat; perubahan kebiasan buruk seperti praktik KKN yang selama ini menjadi hal biasa dengan menerapkan revolusi mental.

“Ini sudah kita buktikan. Tidak ada lagi uang ketok untuk setiap pengambilan keputusan di dewan,” sebut Erry.

Sedangkan target Kelima; mewujudkan Sumut sebagai Smart Province berupa layanan akses informasi yang lebih mudah dan menjangkau masyarakat.

“Kita akan menyediakan layanan informasi data yang baik sehingga bisa menerima keluhan masyarakat, penyajian berbagai data termasuk data aset yang dimiliki Pemprov,” jelas Erry.

Erry berharap, dengan menerapkan lima target tersebut, kondisi Sumut akan lebih baik.

“Saya akan benahi dan bersihkan semuanya. Siapapun yang menang nanti pada Pilgub 2018 mendatang, silahkan menikmatinya. Yang penting kondisinya sudah baik,” ujar Erry optimis.

Kendati demikian, Erry mengaku akan menghadapi berbagai tantangan dalam memimpin Sumut, karena Sumut merupakan provinsi dinamis, multi etnis dan terdiri dari berbagai golongan.

“Kita akan berupaya mengola Sumut dengan melibatkan seluruh potensi yang ada. Rumusnya harus bersatu. Kita butuh dukungan semua pihak. Semua harus dirangkul. Saya akan mengadopsi beberapa pola kepemimpinan Pak Almarhum Tengku Rizal Nurdin yang masih relevan untuk membawa Sumut menjadi miniatur Indonesia yang layak dibanggakan,” tutup Erry. [red]

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *