Tanahnya Diserobot untuk Jalan, Warga Sifalaete Rugi Rp 400 Juta

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM— Fa’aro Bazatulo Harefa alias Ama Chandra, warga Desa Sifalaete, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli mengaku alami kerugian Rp 300 – Rp 400 juta akibat tanahnya diserobot Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Kota Gunungsitoli untuk pembuatan jalan.

Luas tanah milik Fa’aro Bazatulo Harefa alias Ama Chandra yang diserobot Dinas Tarukim Kota Gunungsitoli untuk pembangunan jalan rabat beton, di Jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli kurang lebih seluas 250 meter.

Hal tersebut diungkapkan Fa’aro Bazatulo Harefa alias Ama Chandra kepada media ketika ditemui di lokasi tanah miliknya yang telah diserobot, di Jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/12/2016).

“Saya tidak terima tanah saya digunakan sebagai jalan tanpa izin atau hibah. Selain tanah saya diserobot, beberapa tanaman seperti pisang, ubi kayu dan tanaman lainnya di tanah saya sudah dirusak, dan saya akan melaporkan ini kepada penegak hukum,” tegas Fa’aro.

Kepada media, Fa’aro mengakui jika saat pematokan dia diundang, tetapi dia sama sekali tidak mengerti, bahkan Dinas Tarukim maupun rekanan tidak pernah mintai izin atau minta surat hibah untuk menggunakan tanah miliknya sebagai jalan.

“Sudah berulangkali saya menemui pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Kadis Tarukim membicarakan penyerobotan tanah saya, tetapi tidak ada tindaklanjut. Saya juga menyesali pembangunan jalan di tanah saya asal jadi, bahkan kini sudah mulai retak retak,” sesalnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tarukim Kota Gunungistoli Motani Telaumbanua, SH yang dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (8/12/2016) mengaku jika pembangunan jalan rabat beton di jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli sudah melalui prosedur.

Motani bahkan menegaskan, saat pematokan jalan dilakukan Dinas Tarukim dan rekanan, pemilik lahan tersebut diundang dan tidak keberatan.

“Kita bingung, kenapa baru sekarang keberatan setelah pembangunan selesai. Waktu pematokan kita mengundang pemilik tanah, dan kala itu mereka tidak keberatan,” terang Motani.

Mengenai rencana pemilik lahan akan menempuh jalur hukum, dia mempersilahkan, karena menurut dia itu hak pemilik lahan. Sedangkan soal jalan yang retak, Motani berjanji akan  memerintahkan rekanan memperbaiki. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *