Sonitehe Telaumbanua, SH: Bupati Nias Aniaya Kepentingan Masyarakat

NIAS, SANURIA.COM- Bupati Nias Sokhiatulo Laoli dituding menganiaya kepentingan masyarakat Pulau Nias terhadap dana anggaran alat kesehatan RSUD Gunungsitoli TA 2012 senilai 15 Miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur CV Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua SH selaku Pihak Penggugat di Pengadilan Negeri Gunungsitoli pasca usai digelar sidang penundaan penyampaian jawaban  Bupati Nias lantaran Pihak Bupati selaku Tergugat mangkir di persidangan.

Sonitehe mengatakan, bahwa ketidakhadiran Bupati Nias dalam hal menyampaikan jawabannya hari ini , bukan hal yang baru terjadi. Sebelumnya juga di tahun 2015 persidangan gugatan pertama, juga sering mangkir.

“Ini suatu fakta  bahwa Bupati tidak mampu menjelaskan secara hukum dasar pembatalan kemenangan kami pada pengadaan itu. Apa susahnya membuat jawaban kalau memang benar keputusannya. Apalagi kuasa Hukumnya begitu banyak dalam surat kuasa,” Kata Sonitehe Telaumbanua.

Sonitehe Telaumbanua juga menuturkan, implikasi dari tindakan Bupati Nias membatalkan pemenang pengadaan tersebut, telah menimbulkan kerugian masyarakat banyak, yaitu failitas alat kesehatan untuk kebutuhan rumah sakit RSUD Gunungsitoli yang seharusnya sudah diadakan, terpaksa tidak dinikmati masyarkat Nias hingga saat ini.

Bahkan dana itu sekarang tidak tau keberadaannya, meski menurut pengakuan mereka di persidangan sebelumnya bahwa dana itu disimpan di kas daerah.

“Tindakan oknum pejabat seperti ini menurut saya adalah Penganiayaan terhadap hak orang dan juga tindakan yang menganiaya kepentingan  masyarakat Nias. Coba dia tunjukkan di hadapan pengadilan dan kepada publik melalui proses persidangan bahwa sudah benar yang dia lakukan,” urai Sonitehe Telaumbanua.

BACA JUGA

Gugatan Rekanan Alkes vs Bupati Nias Masuk Tahap Mediasi

Mediasi Gagal

Sidang Gugatan Alkes di PN Gunungsitoli Diwarnai Perdebatan

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Muhammad Yusuf  Sembiring SH yang memimpin sidang pada sidang yang dihadiri Direktur CV Karya Sendoro mengatakan, pihak tergugat Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli tidak memberikan pemberitahuan kepada pengadilan alasan tidak menghadiri sidang.

Sidang kemudian ditunda dan dilanjutkan dua minggu kemudian, dimana lamanya waktu yang digunakan adalah untuk memberi kesempatan atau waktu kepada pengadilan mengirim surat panggilan kepada Bupati Nias dan Direktur RSU Gunungsitoli.

Agusmar Zalukhu yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Selasa (5/4/2016) untuk menanyakan alasan ketidakhadiran mereka sebagai kuasa hukum Bupati Nias pada sidang kemarin, tidak mengangkat teleponnya. Pesan singkat yang dikirim wartawan kepada Agusmar Zalukhu juga tidak dibalas. [IH]

1 Comment

  1. Pingback: Hakim PN Gunungsitoli Ingatkan Bupati Nias Taati Persidangan – Sanuria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *