Sidang Gugatan Alkes Nias, Hakim dan Penggugat Bersitegang

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Sidang pembuktian tambahan yang diajukan CV Karya Sendoro melawan Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli di Pengadilan Negeri Gunungsitoli terjadi ketegangan antara Direktur CV Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua SH dengan majelis hakim yang diketuai Muhamad Yusuf Sembiring SH , hakim anggota Kenedy Sitepu, SH MH, dan Agung FD  Cori Laia SH MH.

Sidang dibuka sekitar Pukul 15:30 WIB di Pengadilan Negeri  Gunungsitoli Jalan Pancasila Desa Mudik Kota Gunungsitoli Senin 25/7/2016 dengan agenda pengajuan bukti tambahan Penggugat beserta pemeriksaan empat jenis bukti sebelumnya yang belum siap diperiksa.

Sonitehe Telaumbanua selaku penggugat, menyerahkan bukti buktinya dengan lumayan tebal di hadapan majelis hakim pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan disaksikan Kuasa Hukum Bupati Nias Darman Harefa SH dan Ferdian Zebua SH sambil masing-masing mengecek lembar per lembar yang hampir memakan waktu  2 jam lamanya.

Usai pemeriksaan bukti surat, Sonitehe Telaumbanua SH  juga menyerahkan bukti VCD rekaman tentang fakta fakta persidangan sebelumnya oleh saksi Bupati Nias atas Herman Syukur Zebua saat persidangan yang diketuai oleh hakim Khamozaro Waruwu SH MH.

Dimana dalam rekaman tersebut menurutnya sangat terang benderang kepolosan saksi menceritakan rekayasa Bupati Nias membatalkan kemenangan CV Karya Sendoro atas permintaan PT Winatindo Bratarasena, dimana perusahaan tersebut belakangan terungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bahwa alat kejahatan korporasi di seluruh Indonesia.

Saat mau dimohonkan pemutaran video tersebut, hakim anggota Agung Laia, SH MH menjelaskan bahwa tidak perlu diputarkan video dipersidangan, cukup dilampirkan saja mengingat rekaman elektronik hanya digunakan untuk Tindak Pidana Korupsi.

Begitu mendapat penjelasan dari majelis, Sonitehe Telaumbanua langsung memprotes dengan nada tinggi. Mohon diperhatikan Yang Mulia Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang elektronik. Di Pasal 5 jelas-jelas menyebutkan bahwa Informasi elektronik dan dokumen elektronik adalah merupakan perluasan alat bukti yang sah sesuai hukum acara.

Tidak ada pengklasifikasian hanya untuk hukum acara Tipikor. Jangan sampai keliru penafsirannya dengan anggapan hanya dihukum acara tertentu. Kenapa harus takut memutarnya? Tanya Sonitehe Telaumbanua.

Saat ditantang penggugat untuk memutar video tersebut, Ketua  majelis hakim Yusuf Sembiring SH menenangkan penggugat, biarlah kami sendiri yang menontonnya Pak, itu bagian dari analisa kami nantinya dalam mengambil putusan. Lagi-lagi penggugat bersikeras memutarnya dengan telah menyediakan laptop  dan infokus didepannya.

Perlu kami sampaikan Yang Mulia bahwa pemutaran video tersebut penting dilakukan mengingat untuk menunjukan kebohongan Bupati Nias yang menyangkal fakta-fakta itu di dalam jawaban dan dupliknya. Bupati menyangkal dalam dupliknya bahwa belum pernah ada persidangan sebelumnya, termasuk proses hukum dari PTUN.

Bayangkan seorang Kepala Daerah ini, dihadapan Wakil Tuhan saja berbohong-bohongan, apalagi sama rakyatnya. Jadi ini perlu diterangkan dihadapan kuasanya, ujar Sonitehe dengan nada emosi.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam video tersebut Ketua Hakim Khamozaro Waruwu telah memberikan putusan hukum secara lisan bahwa  Bupati Nias telah membuat Keputusan akal akalan pembatalan kemenangan Penggugat meski putusan formalnya dibuatnya  menjadi putusan Cacat Formil (NO).

Namun Putusan lisan tersebut menurut teori hukum yang saya pelajari itu sudah merupakan hukum karena yang disampaikan dipersidangan secara lisan itu adalah Pokok Perkaranya. Paparnya mengakhiri.

Setelah saling tegang dan perang argumen, Ketua Hakim Yusuf Sembiring kembali menyahut Penggugat, biar kami yang memutar aja ya Pak. Sambil menanyakan kepada Kuasa Hukum Bupati kesiapan menyampaikan buktinya. Kuasa Hukum Bupati Nias Darman Harefa meminta waktu 3 minggu, namun majelis hakim tidak mengizinkan dengan alasan terlampau lama, dan memberi waktu 2 minggu kedepan. Sidang akhirnya ditutup dengan dijadwalkan persidangan penyampaian bukti Tergugat Senin tanggal 8 Agustus 2016. [IH].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *