Sejak Zaman Kompeni, Lima Desa di Nias Utara Belum Nikmati Listrik

Krisman Hulu, warga Nias Utara mengeluhkan ketiadaan listrik di desanya sejak zaman kemerdekaan.

Krisman Hulu, warga Nias Utara mengeluhkan ketiadaan listrik di desanya sejak zaman kemerdekaan.

NIAS UTARA, SANURIA.COM – Sekitar 1.500 KK dari lima desa di wilayah Pemkab Nias Utara belum menikmati penerangan listrik sejak zaman kemerdekaan membuat perekonomian warga sulit berkembang.

Kelima desa dimaksud adalah Desa  Faekhuna’a, Sifaoro’asi, Lauru fadoro, Desa Ononamolo Tumula dan Desa Bitaya.

Pemerhati sosial Nias Utara, Krisman Hulu (33)  menjelaskan, kehidupan masyarakat tak ubahnya seperti zaman dahulu. Malam hari gelap gulita. Warga menggunakan lampu minyak untuk penerangan sederhana. Jika keluarga melakukan acara maka dipergunakan lampu petromax.

“Hal yang memprihatinkan, setiap malam anak sekolah harus belajar dibawah penerangan lampu minyak yang mengeluarkan asap tebal sehingga kadang mengganggu saluran pernafasan, ” kata Krisman Hulu Rabu (7/12/2016).

Menurutnya, belajar menggunakan penerangan seadanya dipastikan tidak maksimal, akan berpengaruh terhadap prestasi di sekolah, hal itu tentu sekali bukan salah si anak.

Di sisi lain, ketiadaan listrik juga membuat kualitas hidup masyarakat rendah, sulit berkembang. Sejumlah usaha yang dipikirkan dan digagas warga untuk meningkatkan kesejahteraannya hanya angan semata.

BACA JUGA
Pemadaman Listrik di Nias Terus Terjadi, Warga Tagih Janji Jokowi

Dalam menggagas usaha kecil menengah seperti kerajinan tangan, meubel, makanan ringan, kuliner dan lainnya warga sering terkendala dukungan arus listrik.

“Seluruh warga desa yang tidak dialiri listrik menggugah perasaan instansi berwenang, PLN Pemda, Gubsu, kementerian terkait serta Presiden Jokowi agar memperhatikan nasib masyarakat yang masih terkungkung kegelapan,” demikian Krisman Hulu. [rhg]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *