Sakit Hati, Pemilik Toko Roti Ditikam

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Mesta Alam alias Teta (48) pemilik toko roti Monica di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, ditikam, Sabtu (11/8/2018). Pelaku Petrus Toroziduhu Nehe (48) warga jalan Karet, Kota Gunungsitoli kini telah ditangkap dan ditahan di Mapolres Nias.

Kapolres Nias AKBPDeni Kurniawan, S Ik, MH melalui Ps paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Minggu (12/8/2018) membenarkan penikaman terhadap pemilik toko roti Monica Mesta Alam alias Teta.

Menurut Restu, korban kini sedang dirawat di Rumah Sakit Gunungsitoli untuk penanganan atas luka yang diderita, dan pelaku kini telah ditahan di Mapolres Nias.

Pelaku dijerat pasal melakukan kekerasan fisik terhadap orang Lain atau penganiayaan, pasal 351 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dari Ps Paur Humas Polres Nias, diketahui jika motif pelaku menikam korban adalah karena pelaku sakit hati kepada korban.

Pelaku yang tinggal dan menyewa rumah kontrakan milik korban di komplek remeling, jalan karet, Kota Gunungsitoli sakit hati karena diusir korban akibat belum bayar kontrakan satu tahun.

Sebelum kejadian, pelaku yang bekerja sebagai buruh mendatangi toko roti milik korban, Sabtu (11/8/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kemudian pelaku menikam korban yang sedang duduk di kursi kasir dengan pisau yang telah disiapkan dan diselipkan dipinggang.

Usai menikam korban, pelaku kemudian kabur, tetapi berhasil ditangkap polisi dalam waktu singkat dan digelandang di Mapolres Nias guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut informasi dari keluarga korban, pelaku juga saat ini sedang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Pelaku duduk sebagai terdakwa atas kasus penganiayaan terhadap korban. Namun pelaku tidak ditahan selama proses sidang dengan alasan sakit, dan keluarga korban sudah pernah meminta agar pelaku ditahan karena alasan keamanan korban. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *