Rp 30 M Proyek 2016 Belum Dibayar, Rekanan Nias Barat Mengeluh

SANURIA.COM, NIAS BARAT – Meski sejumlah proyek di Nias Barat (Nisbar) sudah selesai dikerjakan akhir tahun lalu, namun Pemkab belum membayarkan sisa dana proyek hingga Rp 30 miliar. Rekanan mengaku terlilit hutang.

Pantauan Sanuria.com, minggu lalu, sejumlah rekanan tampak mendatangani kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), mempertanyakan kejelasan dan penyelesaian pembayaran.

Mereka tampak emosi berbicara dengan suara keras membuat ASN dan para bendahara dari beberapa SKPD yang ada di tempat itu merasa tidak nyaman.

Beruntung, emosi rekanan masih terkendali sehingga tidak ada yang berbuat anarkis. Personel Satpol PP dan polisi berjaga di sekitar kantor.

Menurut seorang rekanan Gulo, Surat Permintaan Membayar (SPM) diajukan oleh dinas terkait pada Desember tahun lalu, namun hingga kini BPKAD belum menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tanpa alasan yang jelas.

Kepala BPKAD Faolombowo Gulo dikonfirmasi di ruangannya mengatakan, kondisi keuangan Nisbar stabil dan segera membayarkan utang kepada rekanan. “Bulan Maret akan dituntaskan. Kami bertanggung jawab untuk membayarnya. Sekitar Rp 30 Miliar dipastikan terbayar,” katanya.

Faolombowo mengatakan perlu memastikan dasar hukumnya dahulu karena sumber dananya APBD 2017. Dia pun tidak merinci maksudnya. Dijelaskan juga, pemotongan DAK sebesar 10 persen dan penyerapannya hanya 65 persen, menjadi penyebab mandek pembayaran kepada pihak rekanan.

“DAK Nisbar dipotong hampir Rp 11 miliar, 10 persen dari DAK keseluruhan Rp 100 miliar, sehingga tidak bisa dipungkiri pasti berdampak pada pembayaran pekerjaan yang sudah selesai.” tutupnya. [rhg]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *