Polda Sumut Tangani Kasus Polisi Bejat Cabuli Siswi SMA

SANURIA.COM, MEDAN – Instansi Polri kembali tercoreng, dimana dua oknum kepolisian yang bertugas di Polres Nias mencoreng citra kepolisian. Bripka DWS alias D (34) dan Bripda AFM alias F (23) nekat mencabuli dan memeras sepasang pelajar di Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara.

Dua petugas kepolisian yang bertugas di Polres Nias melakukan pencabulan terhadap seorang pelajar berinisial SZ alias Sesi (16) warga Desa Onozitoli Sifaorasi, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunungsitoli.

Informasi yang dihimpun, tindakan memalukan itu terjadi pada tanggal 25 April 2017 yang lalu. Sore itu sekitar pukul 15:30 WIB, korban bersama dengan temannya berinisial IP alias Rio (16) warga Desa Hiligeo Afia, Kecamatan Lotu, Nias Utara, tengah bersama.

Mereka bermain di warung internet (warnet) Blue Star yang terletak di Jalan Sukarno, Kelurahan Pasar tepat di depan Pendopo Bupati Nias. Saat asyik bermain di warnet, tiba-tiba dua pelaku yang merupakan anggota Polri dan satu sipil menemui kedua korban.

Di sana, oknum polisi berinisial Bripka DWS (34) warga Desa Hilina’a, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli dan Bripda AFM alias F (23) warga Desa Fadoro Lauru, Kecamatan Hiliduho, Nias, dan ARWH alias W (29) warga Jalan Pelita, Kecamatan Gunungsitoli, menuduh kedua korban melakukan tindakan mesum.

Selanjutnya, kedua korban pun dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa keliling kota. Dalam perjalanan, ketiga pelaku langsung melakukan negoisasi dengan kedua korban. Mereka memeras mereka sebanyak Rp 5 Juta agar mereka tidak dibawa ke kantor polisi.

Karena merasa ketakutan, meskipun tidak ada melakukan perbuatan mesum, kedua korban pun menuruti permintaan para pelaku. Akan tetapi mereka meminta agar membayar uang sebanyak Rp 1 Juta. Saat itu mereka memberi uang Rp 400 ribu karena hanya itu yang dimiliki korban perempuan.

Untuk mencari sisa uang Rp 600 ribu lagi, korban pria pun diturunkan ketiga pelaku di tengah jalan. Dan mereka berjanji akan bertemu di Taman Makam Pahlawan Kota Gunungsitoli untuk menyerahkan sisanya. Sementara korban perempuan tetap berada di dalam mobil.

“Saat korban perempuan masih berada di dalam mobil. Pelaku kembali membawanya mutar-mutar, di situlah diduga dilakukan tindakan perbuatan cabul kepada korban perempuan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan, Kamis (4/5) siang.

Ditambahkannya, setelah tiba waktu yang ditentukan untuk bertemu di Taman Makam Pahlawan untuk memberikan sisa uangnya, mereka pun kembali bertemu. Namun ternyata korban pria sudah memberi tahu saudaranya yang anggota Polri. Seketika pelaku pun akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa ke Mako untuk dilakukan pemeriksaan.

Tak hanya mengamankan dua oknum polisi, petugas juga menangkap warga sipil berinisial ARWH alias W (29) warga Jl Pelita No11, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Nias. ARWH ini ikut serta mencabuli korban di dalam mobil. [edm]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *