Pilgubsu Rusuh, Dua Demonstran Tertembak di Nias

NIAS, SANURIA.COM — Kerusuhan yang disebabkan aksi unjukrasa masyarakat membuat personil Polres Nias mengambil tindakan tegas. Akibat aksi masyarakat yang sudah menjurus anarkis dan hendak membakar kantor Komisi Pemilihan Umum, Polisi melepaskan tembakan dan mengenai dua demonstran.

Aksi polisi dalam menghadapi demonstran yang anarkis tersebut merupakan rangkaian simulasi sispamkota yang digelar Polres Nias untuk memperlihatkan kesiapan personil Polres Nias dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Simulasi yang digelar di halaman mako Polres Nias, Jalan melati, kelurahan Ilir, kota Gunungsitoli, Senin (20/2/2018) disaksikan langsung Kapolres Nias AKBP Erwin Horja H Sinaga SH SIk, Bupati Nias, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Wakil Bupati Nias Utara, Wakil Bupati Nias Barat dan Ketua KPUD.

Kapolres Nias yang ditemui usai simulasi mengatakan, Polres Nias sebelumnya sudah melakukan serangkaian kegiatan dalam mempersiapkan diri menjaga dan mengamankan pelaksana Pilgubsu di wilayah hukum Polres Nias.

“Dari awal minggu lalu kita sudah melakukan pengecekaan sarana dan prasarana, dan saat ini kita perlihatkan kepada masyarakat dan kepala daerah bahwa kita Polres Nias siap menghadapi pelaksana Pilgubsu dengan melakukan simulasi,” tegasnya.

Tidak lupa dia berharap masyarakat menghindari politik uang dan SARA, dan masyarakat diimbau menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani, serta memanfaatkan waktu memilih pimpinan yang terbaik.

“Daerah yang rawan di wilayah hukum Polres Nias untuk sementara ini ada di beberapa tempat di Nias Barat, Nias Utara dan Nias, tetapi untuk spesifiknya akan kita tinjau ulang,” terangnya.

Sesuai pantauan, simulasi yang digelar Polres Nias menampilkan kesiapan personil Polres Nias menghadapi aksi-aksi masyarakat tidak bertanggungjawab yang merebut kotak suara saat diperjalanan.

Selain itu, personil Polres Nias mempertontonkan kesigapan personil dalam mengantisipasi dan menghadapi demonstran yang berujung anarkis. Dimana pada simulasi, segerombolan masyarakat berunjukrasa mendatangi kantor KPU untuk memprotes kekalahan calon yang mereka usung.

Karena ketidakpuasan atas penjelasan yang diberikan komisioner KPU, masyarakat yang berunjukrasa berlaku anarkis dan hendak membakar kantor KPU, sehingga personil yang berjaga meminta bantuan.

Bantuan yang turun dalam waktu singkat membentuk brikade dan berusaha membubarkan masyarakat, tetapi aksi masyarakat kian beringas, sehingga polisi menyiram pengunjukrasa dengan air dari mobil pemadam kebakaran dan berujung pada aksi melepaskan tembakan dan mengenai dua demonstran. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *