Penyebab Amburadul Pembangunan Kantor Bupati Nias Diduga karena Ini

NIAS, SANURIA.COM – Pembangunan Kantor Bupati Nias terletak di Kecamatan Gido yang dikerjakan tahun lalu, kini menuai masalah karena tiang pancang oleng. Tak pelak hal itu memunculkan ragam kritik keras dari lapisan masyarakat karena diduga terjadi “mark up dan mistakes planning”

Koordinator FKI 1 Kota Gunungsitoli, Ir Hulu mengaku sangat menyayangkan pembangunan kantor bupati Nias yang telah nmenelan biaya hingga miliaran rupiah justeru dihentikan saat ini.

Sementara dikatakan, sesuai perencanaan daerah, calon kantor baru diharapkan menjadi ikon Nias Induk yang akan berfungsi menciptakan keramaian dan sentral aktifitas sosial ekonomi warga.

Semenjak pengerjaan awal kantor, Hulu mengatakan, proyek yang dikerjakan PT ON dan konsultan CV Marko serta Pengawas CV Polo ini telah menunjukkan gelagat kelak akan bermasalah mengingat sejumlah rekanan yang mengerjakan kurang kooperatif serta dinilai minim kwalifikasi.

“Kontur tanah disana harus dipelajari dengan cermat, saya menduga panitia dan tim perencana tidak bekerja sesuai aturan berlaku sehingga bangunan yang sempat terpasang saat ini oleng dan bermasalah,” katanya.

Selain menuding rendahnya kwalitas perencanaan, Hulu juga menduga kuat adanya mark up dalam pengerjaan tersebut. Meminimalisir material serta rangkaian rangkaian kegiatan tidak sesuai acuan sehingga berimbas terhadap fisik bangunan.

“Selain “mistakes” sistem perencanaan, pengerjaan itu sangat kental dengan aroma mark up, tentu sekali untuk membuktikannya adalah urusan penegak hukum,” sambung Hulu.

Ia pun meminta Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) bertanggung jawab, bersikap dalam waktu dekat. Melakukan tindakan tegas kepada rekanan, melanjutkan atau mengentikan pengerjaan serta upaya mewujudkan pembangunan yang efektif dan efisien.

Mengingat pengerjaan tersebut telah menelan biaya miliaran, serta imbas pembangunan yang amburadul telah mengundang perhatian masyarakat luas, maka menurutnya sangat bijak jika penegak hukum, jaksa dan polisi melakukan penanganan dengan jemput bola. Hal itu semata mata untuk mengobati luka hati masyarakat.

Anehnya dikatakan, lembaga DPRD Nias yang seharusnya sebagai pengawas dalam pembangunan justeru hampir¬† tidak bersuara meski telah ramai diperbincangkan. “Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan keuangan negara, DPRD Nias jangan bungkam,” tambahnya.

BACA JUGA
Pembangunan Kantor Bupati Nias Terancam Batal

Sementara Kadis Tarukin Nias, Edwin Hulu baru-baru ini kepada wartawan di ruangannya mengatakan, dana pembangunan awal kantor bupati senilai 6 miliar belum dibayarkan sepenuhnya mengingat timbulnya masalah.

Ia keukeuh jika sistem perencanaan sebelumnya telah teruji dengan matang. Ia juga mengatakan bahwa peneliti tanah berasal dari UNIKA sehingga menurutnya sangat memenuhi dari segi kelayakan.

Sempat terdiam menjawab wartawan, Kadis kemudian menerangkan, penanaman tiang pancang yang dilakukan rata-rata sedalam 12 hingga 18 meter, tergantung posisi lahan. Penyebab tiang yang saat ini oleng diduga Edwin karena kontur tanah yang labil sehingga kemungkinan sekali bergeser pada bagian bawah.

“Intinya kami telah melaksanakan tahapan sesuai dengan aturan berlaku,” katanya memberi alasan. [rhg]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *