Penjelasan BRI Gunungsitoli Terkait Tudingan Pungli

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM— Pjs Pimpinan Cabang BRI Gunungsitoli Heldin Tarigan ST memberi penjelasan terkait tudingan pungutan liar yang dilakukan staff BRI Cabang Gunungsitoli kepada mahasiswa saat membayar uang kuliah.

Heldin juga meminta maaf kesalahpahaman yang terjadi antara staff BRI Cabang Gunungsitoli dengan mahasiswa, dan memastikan BRI Cabang Gunungsitoli hanya membantu mahasiswa yang kelamaan antri saat membayar uang kuliah.

Hal tersebut disampaikan Pjs Pimpinan Cabang BRI Gunungsitoli Heldin Tarigan ST ketika ditemui di kantor BRI Cabang Gunungsitoli, Jalan Gomo, kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (7/3/2018)

“Kita tidak ada niat melakukan pungutan liar, dan sebelumnya kita juga sudah menjelaskan kesalahpahaman tersebut kepada pihak yayasan perguruan tinggi Nias yang menaungi Ikip dan Stie Gunungsitoli,” terangnya.

Heldin memberitahu, BRI Cabang Gunungsitoli telah menjalin kerjasama dengan Yaperti Nias, dimana uang kuliah mahasiswa harus disetor ke rekening yayasan melalui BRI Gunungsitoli dengan biaya adminitrasi Rp 1500.

Jika menyetor melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mahasiswa hanya dikenakan biaya adminitrasi Rp 1000 sesuai potongan adminitrasi pada struk ATM.

Pakai Layanan Brilink

Karena sebagian besar mahasiswa tidak punya tabungan atau ATM, mahasiswa menyetor uang kuliah langsung melalui teller di BRI Cabang Gunungsitoli.

“Minggu lalu, ada sejumlah mahasiswa IKIP dan STIE Gunungsitoli yang antri lama mau bayar uang kuliah, karena ingin membantu, kita arahkan mereka ke ruangan bagian dalam,” tuturnya.

Lalu staff BRI Gunungsitoli memanggil salah seorang agen brilik untuk menggunakan kartu milik agen brilink tersebut menyetor uang kuliah mahasiswa ke rekening yayasan.

Setiap menggesek kartunya pada mesin brilink, agen tersebut mengutip adminitrasi Rp 1000 diluar jumlah uang kuliah kepada mahasiswa yang uang kuliahnya berhasil disetor ke rekening yayasan.

Agen tersebut menambahkan biaya Rp 1000, karena setiap menyetor uang kuliah mahasiswa melalui mesin brilink, pada struk yang dikeluarkan mesin terpotong biaya adminitrasi Rp 1000 seperti pada ATM.

“Mahasiswa yang kita bantu melalui agen brilink 28 orang, dan mereka tidak keberatan biaya adminitrasi yang dikutip agen brilink sesuai struk Rp 1000, diluar biaya adminitrasi BRI cabang Gunungsitoli Rp 1500,” ujarnya.

Karena menanggapi tuntutan mahasiswa agar uang tersebut dikembalikan, pihak BRI Cabang Gunungsitoli telah mengembalikan uang tersebut kepada 26 mahasiswa IKIP dan 2 mahasiswa STIE Gunungsitoli.

“Waktu kita kembalikan, mahasiswa tersebut ada yang menolak, karena mereka rela bayar biaya tersebut kepada agen brilink daripada antri terlalu lama, tetapi sesuai janji kita kepada mahasiswa kita tetap kembalikan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, semua tuntutan mahasiswa sudah dipenuhi.

Satpam yang sempat bersitegang dengan mahasiswa yang protes sudah dipindahkan ke BRI Mandrehe, dan sudah berdamai.

Tidak lupa, dia juga berjanji bahwa BRI Cabang Gunungsitoli kedepan akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *