Pemko Gunungsitoli Diminta Dukung Program Museum Pusaka Nias

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Pemerintah Kota Gunungsitoli diminta untuk mendukung segala program Museum Pusaka Nias. Museum Pusaka Nias merupakan satu satunya destinasi wisata yang masih eksis hingga sekarang di wilayah Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut disampaikan Fraksi Demokrat dalam pandangan umumnya yang dibaca anggota Fraksi Alfons Telaumbanua pada rapat paripurna mendengar pandangan Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Gunungsitoli tahun 2017-2025 di kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (29/3/2017).

Selain itu, Fraksi Demokrat mengatakan, terhadap destinasi wisata yang telah ada di Kota Gunungsitoli dan akan ditetapkan, Pemerintah Kota Gunungsitoli harus memiliki target waktu dalam menyediakan fasilitas fasilitas di tempat wisata tersebut seperti MCK yang bersih, sarana air bersih dan akses masuk ke lokasi wisata seperti infrastruktur.

Pemko Gunungsitoli harus memperhatikan ketersediaan tempat bermain anak anak yang berstandart ramah dan menjamin keselamatan wisatawan.

Setiap lokasi pariwisata hendaknya dapat memberi kenyamanan terhadap setiap pengunjung ditinjau dari segi kenyamanan dan keamanan, serta keramahan lingkungan dan ketersediaan penunjang kebutuhan yang dapat dikonsumsi secara sehat.

Memperhatikan Kota Gunungsitoli menuju wisata yang religi, dibutuhkan kesepakatan bersama menjadikan Kota Gunungsitoli bebas dari prostitusi, minuman keras (Miras), Narkoba dan segala hal yang bertentangan dengan norma norma kehidupan masyarakat.

Fraksi Demokrat juga mengajak Pemko Gunungsitoli untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian berkomitmen terkait penertiban tempat tempat hiburan malam serta tempat tempat prostitusi yang terselubung yang diketahui semakin bertambah di Kota Gunungsitoli.

Pemko Gunungsitoli diajak berkomitmen menjadikan Kota Gunungsitoli menjadi Kota yang religi dengan menutup seluruh tempat hiburan malam dan merazia tempat PSK dan melarang penjualan minuman keras.

Di tempat yang sama, Fraksi Hanura dalam pandangan Fraksinya meminta Pemko Gunungsitoli melaksanakan hearing publik secara sungguh sungguh dan serius, serta mengundang berbagai kalangan seperti tokoh, profesi, pers dan masyarakat Kota Gunungsitoli.

Tujuannya, supaya subtansi dan materi Ranperda sesuai dengan keadaan sebenarnya, mencakup berbagai bidang kepariwisataan, budaya maupun kearifan lokal di Kota Gunungsitoli. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *