Pembunuh Petugas Pajak Divonis Seumur Hidup

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM — Agusman Lahagu alias Ama Teti pelaku utama pembunuhan dua petugas pajak Parada Toga Siahaan dan Sozanolo Lase divonis seumur hidup. Putusan yang diberikan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut Agusman Lahagu alias Ama Teti dengan tuntutan mati.

Vonis terhadap terpidana Agusman Lahagu alias Ama Teti dibaca langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nelson Angkat SH MH pada sidang pembacaan tuntutan terhadap lima pelaku pembunuhan dua petugas pajak di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Selasa (31/1/2017).

Dalam putusannya, Hakim Majelis menetapkan Agusman Lahagu alias Ama Teti bersalah secara bersama sama melakukan pembunuhan berencana terhadap petugas pajak.  Perbuatan Agusman Lahagu alias Ama Teti tergolong sadis dan meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Nelson Angkat SH, MH yang didampingi Hakim Hendra Utama S, SH, MH dan Agung CFD Laia SH MH juga telah menetapkan hukuman 20 tahun penjara terhadap terdakwa Bedali Lahagu alias Ama Gayusu. Bedali Lahagu dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama.

Untuk ketiga terdakwa lainnya Anali Zalukhu alias Ana, Desima Lahagu alias Desman alias Dedi dan Budi Rahmat Gulo alias Rama, Hakim Pengadilan Negeri menetapkan hukuman masing masing 10 tahun penjara. Ketiga terdakwa ditetapkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan .

Mendengar putusan hakim terhadap Agusman Lahagu alias Ama teti dan Bedali Lahagu alias Ama Gayusu, Jaksa Penuntut Umum yang dipimpin Rifqi Leksono, SH menyatakan pikir-pikir, tetapi terhadap putusan kepada Anali Zalukhu alias Ana, Desima Lahagu alias Desman alias Dedi dan Budi Rahmat Gulo alias Rama, Jaksa Penuntut Umum langsung menyatakan  banding.

Sedangkan kelima terdakwa menyatakan pikir-pikir apakah menolak dengan melakukan banding atau menerima putusan yang diberikan hakim terhadap mereka.

Putusan hakim terhadap kelima terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa, dimana sebelumnya Bedali Lahagu alias Ama Gayusu dituntut seumur hidup, sedangkan Anali Zalukhu alias Ana, Desima Lahagu alias Desman alias Dedi dan Budi Rahmat Gulo alias Rama dituntut masing masing  15 tahun penjara.

Usai sidang, Agusman Lahagu alias Ama Teti yang ditemui media mengatakan, dia tidak berterima dan kecewa atas putusan hakim. Dia berharap hakim bisa mengerti, karena masalah tersebut tidak terjadi kalau bukan dipicu masalah pajak yang dibebankan kepada dia.

Menurut dia, petugas pajak menekan dia, sehingga dia galau dan melakukan pembunuhan tersebut. Dia ditekan oleh petugas pajak dengan beban pajak sebesar Rp 14 milliar selama dua tahun, padahal dia baru berusaha akhir tahun 2009.

“Saya bukan pengusaha, saya hanya mengambil getah masyarakat dan memindahkannya    ke pabrik. Orang pajak menduga keuntungan saya Rp 100 milliar, sehingga membebankan pajak kepada saya sebesar Rp 14 milliar. Aset saya, harta saya dan anak saya serta saya jika dijual semua, tidak bisa mencapai sepertiga dari pajak yang dibebankan kepada saya,” tegas Agusman. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *