Pembangunan RS Pratama di Nias Utara Diduga Tak Miliki Kajian Amdal

SANURIA.com, NIAS UTARA – Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Nias Utara di Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, ditengarai tidak memiliki kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

Padahal rumah sakit yang dibangun lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 25 miliar, saat ini masuk dalam tahap pengerjaan dan direncanakan selesai dibangun akhir 2017.

Tuhoni Zega ST, mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Utara, yang coba dikonfrimasi membenarkan bahwa rumah sakit pratama di Nias Utara tidak memiliki Amdal.

“Hingga jabatan saya berakhir April 2017, saya belum pernah menerima pengajuan kajian Amdal untuk pembangunan rumah Sakit Pratama Nias Utara itu,” tegas Tuhoni Zega ST seperti dilansir dari edisimedan.com, Senin (21/8/2017).

Menurut Tuhoni, soal izin Amdal rumah sakit sudah pernah dia diskusikan dengan Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara Beritani Gea S Farm Apt. Namun hingga jabatannya berakhir, hal tersebut tidak dilakukan.

“Dulu pernah saya ingatkan Kepala Dinas Kesehatan Beritani Gea, agar dalam pembangunan rumah sakit di tempat yang dituju perlu dilakukan kajian terlebih dahulu tentang kelayakan lingkungan, termasuk kondisi tanahnya,” tambahnya.

Padahal, kata Zega yang kini staf di Kantor Bupati Nias Utara, sesuai Undang Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan terkait lainnya, setiap rencana usaha atau kegiatan, seperti membuat bangunan gedung, reklamasi, termasuk limbah yang dihasilkan, wajib memiliki (Amdal).

Terkait hal ini, redaksi melakukan klarifikasi kepada Beritani Gea S Farm, yang saat ini tidak lagi menjabat Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara. Dia mengakui bahwa pembangunan RS pratama di Nias Utara tidak memiliki Amdal.

Menurutnya, tipe rumah sakit pratama tidak perlu Amdal, tapi hanya dengan  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“IPalnya ada. Itu rumah sakit bukan tipe besar. Itu rumah sakit pratama. Rumah sakit pratama itu kan di atas puskemasnya itu,” jelas Beritani Gea.

Menurutnya, izin Amdal dan Ipal pembangunan rumah sakit tergantung dari tipe pelayanan rumah sakitnya. Bukan pada nilai anggaran dari rumah sakit dimana untuk rumah sakit Pratama di Nias Utara dibangun dengan anggaran Rp 25 miliar.

“Amdal dan Ipal tergantung besar pelayanannya (rumah sakit-red). Soal besaran anggaran, bisa dilihat dari perencanaan. Karena memang lahan (pembangunan rumah sakit-red) tidak bagus-bagus amat. Bukan lahan tanah keras. Pada prinsipnya kita merencanakan tidak ada hitungan-hitungan di luar ketentuan. Hitungan murni,” pungkas Beritani Gea.

Diketahui, proyek pembangunan rumah sakit Pratama mulai dikerjakan pada 1 Agustus 2017 dimana secara simbolis peletakan batu pertama dilakukan Bupati Nias Utara Marselius Ingati Nazara.

Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Nias Utara di Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu, ditengarai tidak memiliki kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

Proses pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Nias Utara di Desa Lolofaoso, Kecamatan Lotu.

Menurut Bupati, proyek pembanguan RS Pratama merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kepada seluruh pihak terkait dan secara khusus kepada masyarakat Desa Lolofaoso Kecamatan Lotu saya ucapkan terimakasih telah menghibahkan tanahnya sebagai lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Nias Utara. Kepada PT Bethesda Mandiri sebagai rekanan diharapkan agar mampu menyelesaikan segala pekerjaan sebelum 31 Desember 2017 sehingga hasilnya sesegera mungkin dapat dimanfaatkan masyarakat umum di Nias Utara,” tandas Bupati. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *