Mahasiswa Desak PLN Hidupkan Listrik di Nias

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pijar Kepulauan Nias (API-Nias) menggelar unjukrasa terkait pemadaman listrik yang terjadi  di Kepulauan Nias sejak minggu lalu, Jumat (2/4/2016).

Unjukrasa mahasiswa yang sebelumnya hendak dilakukan di depan kantor PT PLN Area Nias, Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli dialihkan polisi di Lapangan Merdeka, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli.

Pada unjukrasa, mahasiswa meminta Manager PT PLN Area Nias memberi penjelaskan penyebab padamnya listrik di Kepulauan Nias sejak minggu lalu. Mahasiswa memberi waktu 3×24 jam kepada PLN untuk kembali menghidupkan listrik di Pulau Nias.

Mahasiswa juga meminta Kapolres Nias untuk membebaskan delapan orang aktivis yang hingga saat ini masih ditahan, dan telah dijadikan tersangka oleh Polres Nias akibat mereka melakukan unjukrasa di depan kantor PT.PLN Area Nias beberapa waktu yang lalu.

Menurut mahasiswa, apa yang dilakukan aktivis yang ditahan pada Minggu (3/4), merupakan aksi dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Kepulauan Nias, karena PT.PLN Area Nias memadamkan listrik di seluruh Pulau Nias.

BACA JUGA
Protes Pemadaman Listrik, Warga Nias Diamankan Polisi

Delapan Pendemo PLN Jadi Tersangka

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Manager PT PLN Area Nias Krisantus yang didampingi Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua, SH, MH dan Dandim 0213/Nias Letkol Inf Banardus B Sidabariba menerangkan, pemadaman terjadi akibat operator PT APR telah meninggalkan lokasi mesin sewa di Moawo dan Idanoi.

Akibatnya, pada tanggal 2 April 2016, mesin di PLTD Moawo 10 MW dan PLTD Idanoi 10 MW mati, sehingga seluruh listrik di Pulau Nias padam. PLN telah melakukan pencarian terhadap operator tersebut dan tidak ditemukan.

PLN telah melaporkan terkait kaburnya operator tersebut ke Polres Nias, dan akibat mesin PT APR mati, PLN mengalami kekurangan daya dan menyebabkan pemadaman sebesar    74 persen di Pulau Nias.

Untuk mengantisipasi pemadaman, PLN Area Nias telah berkoordinasi dengan kantor wilayah dan pusat, agar segera mengirim pembangkit yang cepat sampai di Pulau Nias. Mesin telah datang sebanyak 17 unit kemarin dan telah ditempatkan di objek objek vital.

“Hari ini mesin yang masuk sebanyak 6 unit, dan telah dibawa ke Moawo untuk menambah daya. Sehingga daya yang dimiliki PT.PLN Area Nias yang 1, 8 MW dimaksimalkan dengan penambahan 1 unit lagi hingga menjadi 2 MW, serta bertambah dengan yang baru datang 1×300,” kata Kristinus.

Krisantus juga memberitahu, besok akan datang mesin dari Aceh, Padang, Lampung, Sidempuan, Siantar, Berastagi, Sibolga, Bengkulu dan daerah lainnya. Dia berharap mahasiswa sabar, dan mereka akan melakukan upaya secara maksimal, dan berharap mesin yang akan datang  bebannya mencapai 5 MW atau bisa lebih.

Tidak lupa dia memberitahu, ada rencana pembangunan PLTUD 1×25 MW yang sedang dirintis di Idanoi. Masyarakat diminta sabar, sebab pembangunan PLTUD akan dipercepat.

Menjadi Bahan Pertimbangan
Mengenai permintaan mahasiswa agar delapan aktivis yang hingga saat ini masih ditahan untuk dibebaskan, Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua menyambut baik. Kapolres berjanji akan menjadikan permintaan mahasiswa sebagai bahan pertimbangan.

Untuk diketahui, dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa yang tergabung dalam API-Nias memberitahu jika aksi yang mereka lakukan adalah bentuk ungkapan kekecewaan masyarakat terhadap negara yang tidak dapat memenuhi UUD 1945 pasal 3 ayat 3.

Ungkapan kekecewaan juga sudah disampaikan sejumlah aktivis pada tanggal 2-3 April 2016 yang lalu. Ironisnya, negara dan pasukannya tidak menghargai kepedulian itu dan mencoba mengangkangi hak rakyat untuk berbicara.

Sehingga pada tanggal 4 April 2016 pukul 20.30 wib para aktivis dibekuk oleh petugas keamanan yang seyogyanya bertugas untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. [IH] 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *