Kodim Nias Gagalkan Penyelundupan Minyak Tanah Bersubsidi

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Penyelundupan 11 drum minyak tanah bersubsidi berhasil digagalkan pihak Kodim 0213/Nias. Ironisnya, tersangka adalah orang yang sama dengan yang ditangkap Satres Polres Nias beberapa hari sebelumnya di Dermaga Marissa Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara.

Pelaku penyelundupan minyak bersubsidi ini kemudian ditangkap pihak Kodim Nias Kamis lalu (10/11/2016) kembali sekitar pukul 18.30 WIB.

Dandim 0213/Nias Letkol Arm Edmund Gultom, M Si (Han) menjelaskan, pelaku ditangkap di lokasi yang sama yaitu di Desa Botolakha Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara. Informasinya, minah bersubsidi itu akan diselundupkan ke Pulau Banyak, Aceh Singkil dengan harga yang tinggi.

Dandim Nias menyampaikan kronologis kejadian penangkapan minyak bersubsidi ini. Informasi awal diterima anggota Unit Intel Dim bernama S Mendrofa dari masyarakat tentang adanya kegiatan beberapa warga sedang melakukan penyeludupan minyak tanah di daerah pantai perbatasan desa Botolakha dengan Desa Helera Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara.

Sekitar pukul 20. 45 WIB, Danunit beserta anggota Provost Kodim 0213/Nias tiba di lokasi tempat kegiatan penyeludupan minah tersebut dan menemukan sebuah boat yang sudah berisi 9 drum minyak tanah dan 2 drum lagi masih di daratan yang sudah ditinggalkan warga sebelum rombongan tiba di lokasi.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Dandim Nias beserta Pasiter dan Danramil 06/Tuhemberua tiba di lokasi tempat kejadian yang kemudian melaksanakan Komunikasi kepada Kades dan warga tentang kepemilikan Boat dan Minyak Tanah tersebut.

Dari pernyataan Kades dan warga di sekitar tempat kejadian tidak mengetahui siapa pemilik kapal boat dan minyak tanah tersebut, sehingga Dandim Nias memerintahkan Danunit agar Barang Bukti tersebut diamankan di Kodim Nias guna pengusutan lebih lanjut.

“Dari hasil penangkapan tersebut, kita mengamankan barang bukti berupa, 1 unit kapal boat yang telah berisi 11 drum minyak tanah, 1 unit HP merek Nokia N 1200, 1 unit Sepeda dayung, 3 buah karton yang berisi obat-obatan (generik), beberapa lembar seng dan rabung yang masih baru,” ujar Dandim 0213/Nias Letkol Arm Edmund Gultom, M Si (Han).

Di tempat berbeda Ketua LSM Badan Pengawasan Migas (BASMI) Kepulauan Nias, Open Herman Gea SE, ketika ditanyai pendapat tentang hal ini mengatakan bahwa kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi di Kepulauan Nias.

“Sebelum ini juga kita pernah melakukan penangkapan di daerah Kecamatan Idanoi yang selanjutnya kita serahkan di Mapolres Nias untuk ditindaklanjuti. Untuk itu kami dari LSM BASMI menghimbau kepada para penegak hukum agar hal ini jangan dibiarkan dan segera ditindak para pelakunya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Open Herman Gea SE. [bz]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *