Ketua KNPI Sumut Dodi Sutanto Dijerat UU ITE

Ketua KNPI Sumut kepengurusan Fath El Fouz Arafiq (Ketua KNPI Pusat versi KLB Jakarta-red) itu, dijerat Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang (UU) Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) karena menghina dan mencemarkan nama baik lewat sosial media.

Dia memenuhi panggilan Subdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Poldasu, Selasa sore sekitar jam 15.30 WIB.

“Berdasarkan laporan yang sudah dibuat, penyidik menerapkan Undang-undang (UU) Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), yakni Pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No.11 tahun 2008,” sebut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf kepada wartawan.

UU ITE Pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 itu, menjelaskan bahwa: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Dengan ancaman pidana 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Helfi bilang, sementara ini status Dodi Sutanto masih dipanggil sebagai saksi.  “Jika nanti ada unsur pidananya, bisa juga dilakukan penahanan atas pertimbangan penyidik,” bebernya.

Sejauh ini, papar Helfi, personil di Subdit II/ Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut sudah memeriksa sedikitnya enam orang saksi atas kasus pencemaran nama baik.

Selain itu beberapa saksi ahli juga turut diperiksa. “Masih enam orang saksi yang diperiksa. Selain itu, juga sudah dimintai keterangan dari saksi ahli dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumut dan dari Dewan Pers,” ungkapnya.

Dari informasi diperoleh menyebutkan, Ketua KNPI Sumut, DS datang ke Mapolda Sumut memenuhi panggilan Subdit II/Cyber Crime Dit Reskrimsus Poldasu, sekitar jam 15.30 WIB.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan kehadiran Ketua KNPI Sumut tersebut. “Iya, sudah datang, saat ini lagi dilaksanakan pemeriksaan,” sebutnya.

Sekadar diketahui, awalnya tokoh masyarakat, H Anif mengadukan pencemaran nama baik yang dialaminya kepada Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, pada Kamis (17/12/2015) lalu. [ded]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *