Ketua HIMNI Marinus Gea Lapor Balik Pengacara Roslina Hulu

Ketua HIMNI juga anggota DPR-RI Marinus Gea

Ketua HIMNI juga anggota DPR-RI Marinus Gea

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) juga Anggota DPR-RI Marinus Gea melapor balik. Marinus Gea melaporkan Finsen Mendrofa, kuasa hukum Roslina Hulu atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik/fitnah terhadap dirinya ke Bareskrim Mabes Polri.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Marinus Gea, Jaya Putra Zega SH MH CLA, Wiradarma Harefa SH dan Alloys Ferdinand SH melalui pres rillis yang dikirim ke email media, Rabu (1/3/2017).

Dalam pres rilisnya, tim kuasa hukum Marinus Gea menerangkan, mereka telah menempuh upaya hukum pidana dengan membuat laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau fitnah terhadap klien mereka.

Sebagaimana dimaksud pada pasal 310, 311 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE yang dinilai bermuatan sebagaimana dimaksud dalam Laporan berdasarkan Tanda Bukti Lapor No:TBL/142/II/2017/Bareskrim di Bareskrim Mabes Polri.

Menurut mereka,  pernyataan dari tim kuasa hukum Roslina Hulu yang menuduh Marinus Gea telah melakukan penipuan atas jual beli tanah milik Roslina Hulu tidak benar dan tidak berdasar, bahkan telah mengaburkan fakta fakta yang sesungguhnya.

Selaku kuasa hukum Marinus Gea, dengan tegas mereka menyatakan bahwa tuduhan tersebut fitnah dan dianggap sebagai pembunuhan karakter.

“Fakta sesungguhnya, klien Kami adalah korban dari pemaksaan kehendak Roslina Hulu atas transaksi jual beli tanah tersebut. Saat melakukan kesepakatan jual beli dengan Roslina Hulu, telah disepakati nilai transaksi jual beli adalah Rp 100 ribu m2, dihitung dari luas yang ada di sertifikat. Keduanya sepakat jika
terjadi selisih ukuran akibat dilakukan pengukuran ulang maka harga akan disesuaikan sesuai yang tertera dalam pasal 3 AJB No: 146/2016 jo AJB No: 148/2016,” terang tim kuasa hukum Marinus Gea dalam press rilisnya.

Namun dalam pelaksanaan proses pembayaran harga jual beli atas salah satu objek jual beli berdasarkan pengukuran ulang yang dilakukan bersama terdapat perbedaan ukuran luas atas SHM No 1/Loloana’a Idanoi.

Yang tertera di sertifikat seluas 7.086 m2, sedangkan luas fisik/ rill adalah seluas 5.742 m2 sehingga memiliki selisih ukuran seluas 1.344 m2. Adanya selisih luas ukuran tersebut, otomatis mempengaruhi harga jual beli tanah.

BACA JUGA
Dituding Lakukan Penipuan, Ketua HIMNI Beri Penjelasan

Pada kenyataannya, penjual atau Roslina Hulu tetap memaksa klien mereka untuk membayar harga tanah sebagaimana yang tertuang di akta jual beli. Mereka juga menegaskan, pernyataan kuasa hukum Roslina Hulu yang mengatakan klien mereka belum membayar sama sekali saat penandatanganan Akta Jual Beli adalah tidak benar.

Tetapi, 13 hari sebelumnya atau tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2016, klien mereka telah membayar panjar  Rp 200 juta, sedangkan penandatanganan Akta Jual Beli terjadi tanggal 16 Agustus 2016.

Belum Pernah Melihat Sertifikat
Kuasa hukum Marinus Gea juga mengungkapkan, dari proses jual beli sampai dengan balik nama, semua diurus Roslina Hulu. Bahkan klien mereka tidak pernah melihat sertifikat yang diklaim kuasa hukum Roslina Hulu telah dibalik nama ke nama klien mereka hingga saat ini.

Pada berita sebelumnya, Roslina Hulu melalui kuasa hukumnya Finsen Mendrofa SH MH menegaskan jika kliennya telah ditipu oleh Marinus Gea atas pembelian tanah milik kliennya seluas 11.592 M2 dengan harga Rp 100 ribu permeter.

Total harga tanah miliknya kliennya yang dijual kepada Marinus Gea kurang lebih Rp 1 miliar. Saat penandatanganan perjanjian jual beli, menurut Finsen, sama sekali belum ada pembayaran, dan Marinus Gea berjanji akan membayar atau melunasi jika telah dibalik nama.

Setelah dilakukan balik nama, uang beli tanah milik kliennya Roslina Hulu tak kunjung dibayarkan, dan kliennya telah menempuh jalur kekeluargaan agar beli tanahnya dibayar, tetapi Marinus Gea menantang kliennya menempuh jalur hukum.

Sehingga, kliennya memberi laporan ke Mabes Polri dengan nomor LP/228/II/2017 Bareskrim. Marinus Gea dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *