Jembatan Nasional di Nias Selatan Rusak Berat dan Nyaris Rubuh

NIAS SELATAN, SANURIA.COM – Selain jembatan Nasional O’ou yang rusak berat di Nias Selatan (Nisel), sedikitnya dua titik jembatan nasional lainnya yakni jembatan Idano Motuho di Kecamatan Lolowau dan jembatan Idano Gewa di Kecamatan Toma mengalami rusak berat.

Jembatan Motuho, jalur penghubung Kabupaten Nisel-Nias Barat tidak dapat dilalui kendaran karena badan jembatan ambruk. Lama tidak diperbaiki, material sisa pun hilang satu demi satu.

Masyarakat saban hari mengeluhkan kondisi jembatan yang menyusahkan aktifitas warga kedua kabupaten, apalagi warga pengangkut hasil bumi. Jembatan darurat yang dibuat dinilai kurang berfungsi karena hanya terbuat dari papan, tidak bisa dilintasi kendaraan.

Sementara jembatan Idano Gewa di Kecamatan Toma, Nisel mengalami kerusakan berat akibat keropos material besi dimakan karat sejak 3 tahun lalu.

“Bagian bawah sudah lepas karena mur dan baut karatan, jika kendaran melintas jembatan goyang,” kata Ben Duha, warga setempat.

Pantauan di lapangan, terlihat besi bagian bawah penyangga jembatan lepas beberapa buah. Sementara tanah tempat penanaman fundasi mengalami abrasi diduga terkikis air sungai. Diperkirakan jembatan akan rubuh jika tidak segera ditangani.

BACA JUGA
“Apa Menunggu Kami Mati Terperosok?

Karena itu, masyarakat di kepulauan Nias meminta perhatian pihak Jaringan Jalan Nasional agar secepatnya memperbaiki dua kondisi jalan tersebut.

“Kami mohon pemerintah membangun tiga jembatan vital yang rusak di Nias,” kata Motuho Telaumbanau.

PPK 13 Nias, Warmen Sinaga ketika dihubungi membenarkan jembatan Idano Motuho dan jembatan Idano Gewa rusak berat sejak beberapa tahun lalu.

Ia juga mengaku telah menerima puluhan keluhan warga secara lisan dan tertulis. Warmen mengatakan sedang mengajukan perbaikan ke pusat.

“Dua jembatan tersebut sedang kami usulkan perbaikan, warga kiranya bersabar, semoga secepatnya di setujui,” ujarnya. [rhg]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *