Hingga Akhir Jabatan, Edwar Zega Gagal Bangun Kantor Bupati Nias Utara

NIAS UTARA, SANURIA.COM| Kantor Bupati Nias Utara yang terletak di Desa Fulolo, Kecamatan Lotu, dalam kondisi gantung di tengah hutan. Meski beberapa kali dana pembangunan kantor tersebut dianggarkan, namun kondisinya sampai sekarang sangat memprihatikan.

Tidak terealisasinya pembangunan kantor Bupati Nias Utara itu meninggalkan kesan pahit di tengah tengah masyarakat. Apalagi era kepemimpinan Edwar Zega sebagai Bupati Nias Utara segera berakhir, persisnya April 2016. Ada kesan, sarana tempat pelayanan utama masyarakat itu seolah-olah ditelantarkan begitu saja.

Amatan Sanuria.Com, tampak kondisi bangunan kantor Bupati sudah hampir berlumut, tidak terawat. Hampir mirip bangunan tak bertuan.

“Proyek pembangunan kantor bupati Nias Utara dalam sorotan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli,” celetuk seorang PNS tidak mau dituliskan namanya.

Menurutnya, beberapa bulan lalu tim dari Kejaksaan dan auditor BPK telah datang melihat kantor ini.”Bahkan sempat melakukan penyegelan. Namun setelah itu tidak tau lagi bagaimana kelanjutannya,” katanya sambil bermintan.

Salah satu warga Nias Utara Ataeli Harefa, SE yang merupakan masyarakat sekitar kantor Bupati, menyatakan bahwa kondisi bangunan yang belum kunjung disiapkan oleh Bupati Edwar Zega adalah bukti nyata bahwa selama ini gagal membangun Nias Utara.

“Padahal dana bukan tidak ada. Setiap tahunnya dana tidak diserap dan sering menjadi luncuran. Kalo ditelusuri sebenarnya penyebab utam gagalnya membangun Nias Utara selama ini karena pimpinan SKPD yang ditempatkannya umumnya keluarga, dan tidak memenuhi komptensi,” kata Harefa.

Bahkan yang lebih ironis, sudah tidak  rahasia umum lagi di Nias Utara selama lima tahun kepemimpinanya, santer bahwa bupati pratiknya banyak.

“Mudah mudahan di era Kepemimpinan Bupati terpilih Pasangan Ingati Nazara- Haogosokhi Hulu ada pembaharuan, tidak gagal seperti ini,” harap Ataeli Harefa.

USUT TUNTAS
Di tempat yang terpisah, Yasozanolo Hulu, aktivis antikorupsi dan juga warga Nias Utara, mengatakan bahwa dengan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah mengusut kasus dugaan korupsi Kantor Bupati Nias Utara hinga penyidikan.

Karena itu, masyarakat menunggu hasil kinerja kejaksaan dalam kasus ini. Termasuk penetapan tersangkanya sampai sekarang belum dipublikasikan.

Diketahui, daerah otomi baru di Kepulauan Nias yang bersamaan pemekarannya dengan Kabupaten Nias Utara adalah Kota Madya Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Barat.

Namun untuk dua daerah tersebut, pembangunan kantor pemerintah telah selesai dikerjakan meski belum 100 persen rampung. Finishingnya tetap berjalan, tetapi konstruksi dasarnya sudah dapat dimanfaatkan.

“Hanya kantor bupati Nias Utara yang gak selesai. Makanya kami meminta agar penegakan hukum bagi orang yang mengkorupsikan dana pembangunan kantor bupati segera diseret ke pengadilan,” pungkas Yason Hulu. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *