Hakim PN Gunungsitoli Ingatkan Bupati Nias Taati Persidangan

SANURIA.COM, GUNUNGSITOLI- Sidang  jawaban gugatan sengeketa Pengadaan alat kesehatan RSUD Gunungsitoli Tahun Anggaran 2012 yang diajukan CV Karya Sendoro dalam melawan Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli sesuai Nomor Perkara 39/Pdt/PN-GST/2015 di Pengadilan Negeri Gunungsitoli  digelar dengan agenda Pembacaan dari Pihak Bupati Nias selaku Tergugat.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli di ruang sidang utama Jalan Pancasila No 12 Gunungsitoli yang diketuai Muhamad Y Sembiring SH, hakim anggota yang terdiri dari Kenedy Sitepu SH MH dan Agung FD  Cori Laia SH MH

Saat majelis hakim membuka sidang, mempersilahkan pihak Bupati yang diwakili kuasa Hukum Pemkab Nias untuk membacakan jawabannya. Namun usai diberi kesempatan majelis,  salah seorang kuasa hukum menjelaskan bahwa jawaban mereka belum disiapkan dan meminta waktu untuk membuatnya.

BACA JUGA
Sonitehe Telaumbanua, SH: Bupati Nias Aniaya Kepentingan Masyarakat

Usai  mendengar penjelasan dari kuas Hukum Bupati nias, Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembiring memintakan pendapat penggugat atas permintaan tersebut. Direktur CV Karya Sendoro Telaumbanua SH langsung memprotes permintaan waktu itu.

“Mohon ijin yang Mulia,  tindakan Bupati Nias dalam hal mengikuti persidangan perkara ini sangat berlebihan dan di luar kepatutan. Sebab persidangan sebelumnya mereka mangkir dan berkali kali mengulur ngulur waktu. Kalau merasa bertanggungjawab atas tindakannya terkait objek perkara ini, kenapa begitu sulit membuat jawaban. Apalagi begitu banyak mereka kuasa hukum dalam Surat Kuasa dan bergelar sarjana hukum,” ujar Direktur CV Karya Sendoro.

Mungkin saja strateginya untuk membuat capek penggugat bolak balik Medan–Nias yang menurutnya hanya itu cara yang dilakukan untuk menghindar hindar persidangan. Mana pernah capek penggugat, justru dia menaganiaya kepentingan publik . Oleh karena  itu dimohon penegasan,” tambah Sonitehe Telaumbanua.

Setelah  dipaparkan penggugat,  majelis hakim mengingatkan pihak tergugat agar tidak bermain main dalam mengikuti proses persidangan.

“Kami beri waktu seminggu saja, nanti tidak alasan lagi karena merupakan kesempatan terakhir kali ini. Apabila persidangan berikutnya ada lagi  alasan lain lain, maka akan berjalan tahapan sidang selanjutnya,” ujar hakim sambil menyindir dimana kapasitas  para sarjana hukum  Pemkab Nias seperti  sindiran penggugat .

BACA JUGA

Gugatan Rekanan Alkes vs Bupati Nias Masuk Tahap Mediasi

Mediasi Gagal

Sidang Gugatan Alkes di PN Gunungsitoli Diwarnai Perdebatan

“Jangan sampai kami anggap ini merupakan suatu ketidakkoperatifan dalam mengikuti proses hukum,” ujar Majelis hakim, sambil bergantian ke 3 Majelis hakim mengomelin sikap Bupati tersebut. Dan menyatakan setiap proses persidangan agar pihak Bupati Nias tidak mangkir mangkir.

Akhirnya persidangan ditutup setelah disepakati pihak Penggugat untuk  menunggu jawaban Bupati Nias, dan diagendakan persidangan Senin 25 April 2016. [IH] 

1 Comment

  1. Pingback: Duplik Bupati Nias: Tetap Pertahankan Jawaban Semula – Sanuria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *