Gubsu Tinjau Vihara Pasca Kerusuhan Tanjung Balai

TANJUNGBALAI, SANURIA.COM – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut dengan jajaran Pemko Tanjungbalai, meninjau Vihara Tri Ratna, Jalan Water Port, Pasiran, Tanjungbalai pascakerusuhan yang terjadi Jumat malam lalu.

Vihara Tri Ratna adalah salahsatu dari 9 rumah ibadah agama Budha yang rusak akibat kerusuhan bernuansa Sara di Kota berjuluk Kota Kerang itu.

Dilansir edisimedan.com, rombongan FKGD Sumut tersebut terdiri dari Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Pangdam I/BB Mayjen (TNI) Lodewyk Pusung, Kapolda Sumut dan Irjen Pol Raden Budi Winarso.

Sementara Pemko Tanjungbalai turut hadir Walikota Tanjungbalai M Syahrial, Ketua DPRD Tanjungbalai Bambang Haryanto dan sejumlah Kepala SKPD serta tokoh lintas agama, tokoh masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyempatkan diri berdialog ringan dengan masyarakat sekitar dari etnis Thionghoa.

Erry juga mengimbau Pemko merangkul seluruh lapisan masyarakat dan tokoh lintas agama untuk bersama-sama membersihkan vihara Tri Ratna dan 8 Klenteng lainnya.

Sebelum melakukan peninjuan ke lokasi kerusuhan, Gubsu Tengku Erry Nuradi memimpin Rapar Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut dengan jajaran Pemko Tanjungbalai yang berlangsung di pendopo rumah dinas Walikota Tanjungbalai, Jalan Sudirman, Kota Tanjung Balai, Minggu (31/7/2016) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Erry mengimbau seluruh masyarakat Tanjungbalai, baik beragama Islam maupun Budha untuk befikir secara rasional dan tidak emosional dalam menghadapi konflik yang ada dilingkungan masyarakat. Selain itu, seluruh lapisan masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang dapat merusak harmonisasi dan kerukunan umat beragama.

“Selayaknya, tidak terjadi aksi pelarangan adzan di masjid. Begitu juga aksi perusahakan rumah ibadah. Hal yang sederhana jangan sampai memicu benturan ditengah masyarakat,” pesan Erry.

BACA JUGA
Tanjung Balai Mencekam, Hampir Seluruh Kelenteng Dibakar

Agar konflik kecil ditengah masyarakat tidak menjadi besar, Erry mengimbau Pemko Tanjung Balai mengaktifkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai wadah koordinasi seluruh pemuka dan tokoh agama.

“FKUB merupakan garda terdepan dalam mengantisipasi konflik horizontal. Jika ada masalah, tokoh agama, tokoh masyarakat yang tergabung dalam FKUB dapat langsung mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dan meredam agar tidak pecah menjadi amuk massa,” ujar Erry.

Selain itu, Pemko Tanjungbalai juga diharapkan memperkuat Forum Kewaspadaan Dini yang menjadi media koordinasi amntara TNI, Polri, BIN, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Forum ini juga sangat membantu dalam mengantisipasi terjadinya kesalahfahaman di tengah masyarakat. Semua informasi yang berkembang di tengah masyakarat, dapat dihimpun, kemudian menjadi dasar berpijak dalam menentukan langkah antisipasi,” tambah Erry.

Sementara Walikota Tanjungbalai, M Syahrial mengatakan, seluruh unsur masyarakat Tanjungbalai telah berkomitmen proaktif menjaga stanilitas keamanan, ketertiban dan kerukunan umat beragama di Kota Tanjungbalai pasca terjadinya kerusuhan dan perusakan rumah ibadah Klenteng dan Vihara.

“Ada 10 unsur yang ikut menandatangani pernyataan sikap dan komitmen. Baik dari tokoh lintas agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ini langkah yang kita harapkan dapat meredam kerusuhan lanjutan,” harap Syahrial.

Syahrial juga menyebutkan, seluruh pihak telah sepakat menahan diri demi terciptanya ketertiban di Tanjungbalai, pasca kerusuhan yang menyebabkan perusakan 9 rumah ibadah agama Budha.

“Kita berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi. Masyarakat Tanjungbalai sangat bijak. Kerusuhan kemarin akibat emosi sesaat,” tukas Syahrial. [red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *