Gegara Gitar, Dua Kelompok Pemuda di Desa Lolofaoso Bentrok

NIAS, SANURIA.COM — Diduga masalah gitar, dua kelompok pemuda di Desa Lolofaoso, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias bentrok, Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan polisi, karena kedua kelompok pemuda yang bentrok saling lapor akibat ada korban terluka dari kedua belah pihak.

Kepala Desa Lolofaoso Masati Waruwu yang dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (13/1/2017) membenarkan telah terjadi bentrok antar pemuda di desanya pada malam pelaksanaan Natal di Gereja BNKP Emannuel, Desa Lolofaoso.

Menurut Kepala Desa, kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian, karena kedua belah pihak saling lapor. Dia membantah ada di lokasi kejadian, dan berdalih jika bentrok terjadi di depan gereja dan dia berada di dalam gereja sedang mengikuti kebaktian.

“Kejadiannya di depan Gereja BNKP Emannuel, Desa Lolofaoso. Saat itu saya di dalam gereja mengikuti kebaktian Natal. Kasusnya sudah ditangani polisi, karena ada yang terluka dan kedua belah pihak sudah melapor,” ujar Kades Lolofaoso melalui telepon seluler.

Masalah Gitar
Sebelumnya, Ferianus Gulo salah satu korban luka yang ditemui di Mapolres Nias, Kamis (12/1/2017), mengaku jika bentrok terjadi karena masalah gitar.

Menurut Ferianus, dia bersama beberapa rekannya yang akan membawa lagu pujian pada perayaan Natal di Gerja BNKP Emannuel sedang berada di depan gereja.

Sambil menunggu panggilan untuk membawa puji pujian atau vocal group, dia menyetel gitar yang akan digunakan untuk mengiringi vokal group.

Tiba tiba salah satu pemuda berinisial SSW mendatangi dia dan mengatakan ingin meminjam gitar. Ferianus menolak dengan alasan mereka akan tampil sebentar lagi, dan dia juga sedang menyetel gitar miliknya tersebut.

Tidak senang permintaannya ditolak, SSW kesal dan mencari masalah dengan mengatakan dia takut dipukul sambil menarik paksa gitar yang ada di tangan Ferianus.

Tarik menarik gitar antara SSW dan Ferianus terjadi. Tiba-tiba rekan SSW berinisial SW datang dan memukul Aprilyaman Gulo atau adik kandung Ferianus yang juga berada di lokasi kejadian.

Sehingga terjadi perkelahian antara dua kelompok pemuda tersebut, dan menyebabkan Aprilyaman Gulo mengalami luka pada jari kelingking dan lebam pada telinga sebelah kanan.

Pertikaian di depan Gereja berhasil dilerai warga, dan SSW bersama SW serta rekan rekannya meninggalkan lokasi kejadian. Tidak lama berselang, SSW, SW bersama rekan rekannya kembali lagi, dan mereka membawa serta beberapa orang tua mereka dengan membawa kayu, parang dan batu.

“Ketika mereka kembali dan hendak memukul kami bersama orang tua mereka yang membawa kayu, batu dan parang, mereka dicegah kepala dusun. Mereka meninggalkan Gereja, tetapi menunggu kami di depan rumah SW, karena kami pasti melewati rumah SW apabila kembali ke kediaman kami,: ungkap Ferianus.

Setelah kebaktian selesai, mereka sempat dicegah dan diminta menunggu di rumahnya oleh salah seorang warga bernama Oktolius Waruwu alias Ama Lilis.

Oktolius tahu jika mereka sedang ditunggu di depan rumah SW, dan meminta agar mereka bersabar sampai yang menunggu mereka kembali ke rumah.

Namun, pukul 23.00 WIB dan merasa situasi sudah aman, mereka akhirnya meninggalkan rumah Oktolius dan kembali ke kediaman mereka bersama beberapa wanita.

Tiba di depan rumah SW, mereka diserang SSW, SW serta rekan rekan dan orang tua mereka dengan batu, kayu dan parang sehingga mengalami luka.

Ironisnya, beberapa wanita yang ikut bersama mereka juga ikut diserang, bahkan dilecehkan dengan dipeluk dan digerayangi, sehingga ada beberapa wanita yang mengalami luka dan bajunya robek.

“Untung kami sempat kabur menyelamatkan diri setelah beberapa saat sempat melakukan perlawanan. Besoknya, Senin (9/1) kami melapor ke Polres Nias dengan nomor STPLP/10/I/2017/NS. Di Polres Nias kami juga bertemu dengan pihak sebelah dan juga melaporkan kami,” ujar Ferianus.

Ps Paur Humas Polres Nias Aiptu Osiduhugo Daeli yang dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (13/1/2017), membenarkan Polres Nias ada menerima laporan penganiayaan di Desa Lolofaoso, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias.

Dia tidak bisa memberi penjelasan lebih detail, karena kasus tersebut masih dalam penyelidikan. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *