Gatot-Evy Jalani Sidang Perdana Suap Sekjen Nasdem Rp200 Juta

Dalam persidangan ini, Gatot dan istrinya Evy Susanti, didakwa menyuap Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella sebesar Rp 200 juta. Uang sebesar Rp200 juta yang diberikan Evi melalui anak buah OC Kaligis, Fransisca Insani Rahesti bertujuan untuk mendekatkan dengan Jaksa Agung guna mengamankan kasus dugaan korupsi dana bansos yang tengah diproses di Kejaksaan Agung.

Persidangan dalam suap mantan Anggota Komisi III DPR RI itu, merupakan satudari empat kasus yang menjerat Gatot sebagai tersangka. Tiga kasus ditangani KPK, dan satu kasus lagi oleh Kejaksaan Agung.

“Terdakwa melakukan atau turut serta memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu Patrice Rio Capella,” ujar jaksa KPK Irene Putrie saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor.

Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa KPK itu.

“Pada prinsipnya kami mengerti dakwaan dalam kami. Kami akan jalani prosesnya,” ujar Gatot.

Kasus suap ini bermula saat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melayangkan surat panggilan kepada Sekda Sumut Ahmad Fuad Lubis.

Hal ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (bansos), bantuan daerah bawahan (BDB), bantuan operasional sekolah (BOS), tunggakan dana bagi hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD Pemprov Sumut.

Menurut Gatot, dalam surat panggilan itu namanya diseret-seret untuk dipanggil. Di sisi lain, Gatot beranggapan dia dibidik dalam kasus Bansos ini lantaran hubungannya dengan Wakil Gubernur Tengku Erry tidak harmonis.
Tengku Erry sendiri merupakan Ketua Nasdem Sumut.

Pada April 2015, Patrice sempat bertemu dengan Gatot guna membahas penyelidikan di Kejaksaan Agung. Pada saat tersebut Patrice menyampaikan bahwa dia merupakan salah satu kandidat jaksa agung, namun yang terpilih adalah HM Prasetyo.

“Hal ini menguatkan keyakinan terdakwa I (Gatot) bahwa Patrice Rio Capella bisa membantu permasalahan yang dihadapinya di Kejaksaan Agung,” ujar jaksa Irene.

Mei 2015, Patrice mengirimkan pesan singkat kepada Fransisca yang berbunyi “Minta ketemu terus, aku kan sibuk jadi harus menyisihkan waktu. Ketemu terus, memangnya kegiatan sosial? Tapi jangan sampai mereka pikir aku yang minta loh sis”

Isi pesan singkat tersebut dimaknai Fransisca sebagai bentuk permintaan uang oleh Patrice yang kemudian disampaikan kepada Yulius Irawansyah. Atas permintaan tersebut, Evy mengeluarkan Rp200 juta untuk diberikan kepada Patrice.

Atas perbuatannya, Gatot dan Evy dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. [ded|bbs]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *