Dharma Wanita Kota Gunungsitoli Gelar Musda ke III

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM- Dharma Wanita Persatuan Kota Gunungsitoli menggelar Musyawarah Daerah ke III. Musda III Dharma Wanita Persatuan Kota Gunungsitoli Tahun 2016 digelar di Aula Samaeri, kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Selasa (31/5/2016).

Pada pembukaan Musda, Walikota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua melalui Sekda Kota Gunungsitoli Edison Ziliwu meminta Dharma Wanita Kota Gunungsitoli mengambil bagian dalam mensukseskan program 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli.

Menurut Walikota, program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli merupakan program yang harus dikerjakan secara bersama-sama supaya dapat mencapai hasil yang maksimal.

“Dengan tema “Dharma Wanita Persatuan Tanggung Jawab Kita Semua”, maka Musda merupakan forum tertinggi yang harus dilaksanakan satu kali dalam lima tahun oleh organisasi Dharma Wanita Persatuan. Dalam forum, anggota yang terdiri dari ibu-ibu dapat belajar tentang tata cara bermusyawarah untuk mengambil keputusan,” ujar Walikota melalui Sekda Kota Gunungsitoli.

Dia juga berharap Dharma Wanita Persatuan dapat memanfaatkan kesempatan untuk membahas dan merencanakan program kerja Dharma Wanita Persatuan Kota Gunungsitoli lima tahun kedepan.

Anggota Dharma Wanita Persatuan unit kerja Kecamatan, dan Kelurahan diminta memberi masukan, karena tugas Dharma Wanita harus seiring dan selaras dengan program pemerintah, melalui visi dan misi Dharma Wanita Persatuan yang tercermin melalui pelaksanaan program kerja.

Pada kesempatan yang sama, Walikota berpesan agar pelaksanaan Musda ke III,  Dharma Wanita Persatuan Kota Gunungsitoli dapat menyusun kepengurusan yang baru, dan memilih personil yang dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, dan memiliki waktu yang cukup untuk organisasi, supaya organisasi tersebut kedepan bisa menjadi organisasi yang berkualitas.

Anggota Dharma Wanita harus selalu mendukung suami dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah dipercayakan pemerintah, dan sebagai istri ASN, anggota Dharma Wanita harus hidup sederhana sesuai dengan kemampuan suami dalam mencukupkan kebutuhan keluarga, serta mampu mengingatkan suami ketika istri melihat hal-hal yang tidak sewajarnya. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *