Delapan Tersangka Korupsi Pembangunan SD di Nias Ditahan

NIAS, SANURIA.COM – Polisi Resor Nias tahan delapan tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri nomor 078441 Ladea Orahua di Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara tahun 2016.

“Kerugian negara pada pembangunan SDN Ladea Orahua sesuai audit adalah sebesar Rp 398.858.100,” kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Kamis (8/11/2018)

Di Mapolres Nias, Kapolres memberitahu jika pembangunan ruang kelas baru SDN Ladea Orahua belum selesai dikerjakan sampai tanggal 31 Desember 2016.

Pembangunan SDN Ladea Orahua harusnya dikerjakan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah (P2S), tetapi diserahkan kepada pihak kedua.

“Dari perhitungan fisik ahli teknik sipil Universitas Sumatera Utara, persentase pekerjaan hanya mencapai 8,197 persen,” ungkapnya.

Para tersangka sesuai peran, jabatan dan wewenang membuat laporan fiktif bahwa pembangunan gedung SDN Ladea Orahua telah mencapai 100 persen.

Dimana pada tahap pertama, anggaran dicairkan tanggal 23 November 2016 sebesar Rp 173.750.000, dan dilaporkan persentase pekerjaan telah mencapai 40 persen.

Pada tahap kedua, anggaran kembali dicairkan pada tanggal 13 Desember 2016 sebesar Rp 173.750.000, dan dilaporkan pekerjaan telah mencapai 40 persen, sehingga seluruhnya pekerjaan sudah mencapai 80 persen.

Dalam bulan yang sama atau tanggal 27 Desember 2016, anggaran tahap ketiga dicairkan sebesar Rp 86.875.000, dan dilaporkan pembangunan telah selesai 20 persen, sehingga seluruh pekerjaan pembangunan SDN Ladea Orahua telah selesai atau 100 persen.

“Setelah kita sidik dan meminta tim ahli menghitung volume pekerjaan, para tersangka terbukti membuat laporan fiktif, dimana yang dikerjakan hanya mencapai 8,197 persen, dan yang belum dikerjakan 91,803 persen,” ujarnya.

Para tersangka kini ditahan di sel tahanan Polres Nias, dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya.

Kelapan tersangka adalah BZ atau Kepala Sekolah SDN Ladea Orahua yang berperan sebagai penanggungjawab, DL atau ketua P2S, ZG atau sekretaris P2S dan MF atau bendahara P2S.

Kemudian IZ atau tenaga teknis dinas pendidikan Kabupaten Nias, YZ atau unsur komite SDN Ladea Orahua, KML atau penanggungjawab teknik P2A atau pelaksana pekerjaan dan ML atau pejabat pembuat komitmen yang juga sebagai kuasa pengguna anggaran.

Pasal yang dikenakan kepada kelima tersangka adalah pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 lebih subsider pasal 9 dari UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian yunto pasal 55 ayat 1 ke 1e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *