Bupati Nias Sampaikan Bukti Tambahan UU Tentang Administrasi Pemerintahan

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli menyampaikan bukti tambahan pada sidang pembuktian sengketa pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli TA 2012 antara CV Karya Sendoro melawan Pemerintah Kabupaten Nias.

Dalam sidang terbuka untuk umum yang digelar Pengadilan Negeri Gunungsitoli Jalan Pancasila No 12 Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli Senin (15/8/2016) dibuka Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembiring SH, Kenedy Putra Sitepu SH MH dan Agung Cory Laia SH MH selaku hakim anggota.

Dalam persidangan agenda penyampaian bukti tambahan dari pihak Bupati Nias, Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembering SH mempersilahkan pihak tergugat menyerahkan buktinya.

Kuasa Hukum Bupati Nias Agusmar Zalukhu SH bersama rekannya menyerahkan butktinya sebanyak 5 jenis, salah satunya adalah Undang Undang No 23 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan.

Usai penyerahan bukti dari pihak Tergugat, Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembering SH, menanyakan kepada Kuasa Hukum Bupati Nias apakah ada lagi nanti bukti tambahan yang mau di sampaikan dari pihak Tergugat, tanya Majelis.

Oleh Pertanyaan majelis tersebut diambil kesempatan Kuasa Hukum Agusmar Zalukhu menjawab Seyogianya bukti kami masih ada  Yang Mulia. Dari jawaban Agusmar Zalukhu tersebut Ketua Majelis Hakim Yusuf SemberingSH mengagendakan sidang pembuktian tambahan dari pihak Bupati Nias tanggal 29 Agustus 2016 sambil tergesa gesa mau menutup sidang.

Saat mau ditetapkan agenda sidang oleh hakim Yusuf Sembering SH langsung  disambar langsung keberatan oleh  Penggugat Sonitehe Telaumbanua SH.

“Mohon ketegasan Yang Mulia tentang penjadwalan agenda sidang sebelumnya.  Bahwa sesuai yang telah disampaikan oleh Majelis penyampaian bukti tambahan dari Tergugat adalah terakhir hari ini. Kenapa lagi makin leluasa pemberian waktu kepada Tergugat untuk menyicil nyicil buktinya. Bukti yang disampaikan pun dari mereka adalah hanya bukti-buktian, coba banyangkan bukti mereka  Undang Undang Tahun 2014 dan Buku LKPP Tahun 2013. Padahal Objek Sengketa Tahun 2012. Apa hubungannya, jangan-jangan sebagai alasan dan trik mengulur ngulur waktu dari Bupati Nias. Ada baiknya persidangan dimajukan untuk pembuktian saksi,” protes Sonitehe.

Saat keberatan disampaikan oleh Sonitehe,  Majelis hakim  berembuk dan kembali menyampaikan bahwa boleh dijadwalkan menghadirkan saksi pada tanggal 29 Agustus 2016, tetapi didahului penyampaian bukti tambahan dari Tergugat. Penjelasan dari majelis hakim tersebut penggugat lagi-lagi tidak terima.

“Mohon Yang Mulia dipertegas dan konsisten terhadap aturan jadwal yang telah dibuat sendiri. Jangan kesan memberikan keleluasan kepada Bupati Nias mempermainkan jadwal persidangan dalam perkara ini. Kita ketahui dalam setiap agenda persidangan yang bersangkutan sering mangkir dan datang sesuka sukanya. Kalo diperkenankan dia seperti begini, suka sukanya dimana lagi marwah pengadilan,” kata Sonitehe Telaumbanua.

Lagi lagi dalam protes Sonitehe semakin tegang dan majelis hakim kembali berembuk, tampak juga 2 orang dari petugas Komisi Yudisial dari Jakarta terlihat di ruang persidangan mendokumentasikan kealotan persidangan tersebut.
Perdebatan semakin lagi seru ketika Penggugat mengingatkan majelis hakim untuk cermat menganalisa bukti-bukti yang telah disampaikannya. Diantaranya Putusan Pengadilan Tipikor atas skandal kasus korupsi perusahaan yang meminta batal kemenangannya kepada Bupati Nias yang diduga merupakan bagaian dari perencanaan Tindak Pidana Korupsi secara bersamaan pada tahun 2012 di daerah kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Bayangkan seorang Penjahat keuangan negara dapat meminta Bupati Nias membatalkan pembangunan di Kabupaten Nias dan itu dikabulkan,” beber Sonitehe Telaumbanua di persidangan.

Akhirnya sidang ditutup oleh Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembering,SH dengan tergesa-gesa, dan persidangan dijadwalkan tanggal 29 Agustus 2016 dengan agenda tambahan bukti tergugat dan pemeriksaan saksi dari Penggugat. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *