Duplik Bupati Nias: Tetap Pertahankan Jawaban Semula

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Setelah Pengadilan Negeri Gunungsitoli melayangkan surat peringatan, akhirnya Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM menghadiri persidangan untuk menyampaikan dupliknya atas gugatan Alat Kesehatan (Alkes) yang diajukan CV Karya Sendoro dengan nilai pagu sebesar Rp 15 miliar.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (30/5/2016), Bupati Nias diwakili Bagian Hukum Pemerintahan Kabupaten Nias yang terdiri dari Agusmar Zalukhu SH, Darman Harefa SH dan Ferdinan Zebua SH.

Sidang agenda pembacaan duplik dari Bupati Nias itu dibuka Ketua Majelis Hakim Yusuf Sembiring SH bersama hakim anggota Kennedy Putra Sitepu SH MH dan Hakim Agung Cory Laia SH MH.

Dalam sidang itu, para kuasa hukum Bupati Nias membacakan duplik sebanyak 5 lembar dengan saling bergantian. Dimana pada pokoknya, tetap mempertahankan jawaban sebelumnya.

BACA JUGA
Bupati Nias Mangkir Lagi pada Sidang Alkes, Hakim Layangkan Surat Peringatan
Hakim PN Gunungsitoli Ingatkan Bupati Nias Taati Persidangan

Diantaranya eksepsi tentang PN Gunungsitoli tidak berwenang mengadili keputusan yang diterbitkan Bupati untuk membatalkan kemenangan CV Karya Sendoro selaku penggugat dalam kasus Alkes tersebut.

Tetapi yang berwenang, menurut tim kuasa hukum Bupati adalah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Begitu juga eksepsi tentang tidak disertakan Gubernur sebagai pihak dalam perkara yang disengetakan. Alasan yang disampaikan Bupati, sumber dana Alkes dari Bantuan Daerah Bahwahan (BDB) Propinsi Sumatera Utara dan anggapan gugatan penggugat kabur.

Sementara dalam jawaban pokok perkara tetap dipertahankan diantaranya, bahwa penggugat keliru menggugat kewenangannya dengan dalil Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 adalah lex specialist dan keputusannya sudah sesuai peraturan yang berlaku.

Sehingga tim kuasa hukum meminta majelis hakim menolak gugatan penggugat atau setidak-tidaknya tidak menerima gugatan, dan menyatakan tindakan membatalkan kemenangan penggugat adalah sudah sesuai menurut hukum.

Usai pembacaan duplik Bupati Nias, Ketua Majelis Hakim Muhammad Yusuf Sembiring, SH menyampaikan, sebelum masuk tahapan selanjutnya, majelis akan membuat putusan sela tentang eksepsi Bupati Nias yang menyoal kewenangan PN Gunungsitoli mengadili perkara ini atau tidak. Putusan sela ini akan dibacakan pada tanggal 13 Juni 2013.

Sebelum menutup sidang, ketua majelis hakim kembali mengingatkan kuasa hukum Bupati Nias agar dalam perkara ini tidak  main-main mengikuti sidang. Sebab hakim menilai selama ini terkesan tidak serius dan sering mangkir.

“Ini juga kepentingan umum dan kepentingan bersama,” ujar ketua majelis hakim dengan nada tinggi.

Duplik Bupati Nias Akal-akalan
Sementara itu, Direktur CV Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua SH yang ditemui usai sidang, mengaku geli dan lucu mendengar isi duplik Bupati Nias. Menurut dia, duplik Bupati Nias adalah teori mempertahankan jawaban akal akalan.

“Publik sudah tahu bahwa Mahkamah Agung telah menunjuk PN Gunungsitoli untuk mengadili perkara ini. Dan telah ikutin PN Gunungsitoli sebelumnya melalui putusan sela saat sidang registrasi pertama. Mungkin saja panca indera Bupati beserta kuasa hukumnya lagi tidak sehat, makanya kembali lagi mau bersidang dia ke PTUN,” ujar Sonitehe Telaumbanua. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *