BPP-PKN Diminta Tidak Gentar Perjuangkan Nias Sebagai Propinsi

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM – Badan Persiapan Pemekaran Propinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) diharapkan tidak gentar sedikit pun dalam memperjuangkan Nias menjadi sebuah propinsi.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Nias Selatan Siti Adil Harita pada acara ramah tamah Forum Kepala Daerah dan DPRD se Kepulauan Nias dengan BPP-PKN di restaurant Kaliki, Jalan Yos Sudarso, Desa Ombolata Ulu, Kota Gunungsitoli, Selasa (23/1/2018).

“Tak ada satu pun masyarakat Nias yang tidak mau dirinya sejahtera lewat provinsi, dan jika ada pihak pihak yang mengklaim sepihak, kita pertanyakan mereka itu tak punya hati untuk membangun Nias,” tegas Siti Adil.

Di tempat yang sama, Ketua Forkada atau Wali Kota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua, mendorong BPP-PKN untuk melanjutkan perjuangan menjadikan Nias menjadi sebuah Propinsi.

“Forkada berasumsi jika satu satunya jalan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Nias adalah menjadikan Nias sebuah propinsi,” ucap Ketua Forkada se Kepulauan Nias.

Memirut Lakhomizaro, Forkada mendukung penuh BPP-PKN dan bentuk dukungan serta komitmen Forkada dalam membantu perjuangan telah dianggarkan dalam APBD.

Forkada berharap semua dinamika yang terjadi segera direspons dengan baik, dan memercayakan sepenuhnya kepada BPP-PKN.

Ketua Umum BPP-PKN Mayjen TNI (Purn) Drs Christian Zebua, MM sebelumnya menerangkan jika selain menyusun dan memberi SK pengurus, BPP-PKN telah melakukan koordinasi kepada semua pemangku kepentingan.

Menurut Ketua Umum BPP-PKN ada banyak kendala yang dihadapi, tetapi sebagai orang yang diberi amanat untuk menjalankan BPP-PKN, dia berjanji akan terus bergerak hingga visi mencapai Provinsi Kepulauan Nias yang menjadi cita-cita bersama tercapai.

“Organisasi ini tidak boleh berhenti. Kita akan maju terus,” katanya.

Tidak lupa dia mengungkapkan, BPP-PKN telah membentuk tim khusus yang ia sebut sebagai tim siber (cyber team) dan juga tim teknis yang terdiri atas para pakar dari kalangan masyarakat Nias diaspora.

Tim tersebut akan membantu BPP-PKN untuk mengefektifkan program-program dan memastikan dieksekusi secara tepat dan cepat.

Dimana tim khusus akan melakukan sosialisasi di media arus utama dan media sosial dengan memegang prinsip elegan, soft, dan terukur.

“Tim teknis akan bertugas tanpa pamrih sesuai kepakaran dalam memberi masukan untuk menyusun cetak biru pembangunan Kepulauan Nias 25 tahun ke depan,” terangnya.

Sebelum menutup laporannya, Ketua BPP-PKN mengingatkan bahwa Kepulauan Nias dengan status daerah terluar, terisolasi, dan tertinggal (3T), seperti halnya daerah Papua, menjadi alasan utama usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

“Ini sesuai dengan program Nawacita Pak Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia mulai dari pinggir dan tidak lagi Jawa sentris,” tambahnya. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *