Bentrok Sesama Pemuda Pancasila Gunung Sitoli, Satu Balita Terluka

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM — Bentrok sesama personil anggota Pemuda Pancasila Kota Gunungsitoli menyebabkan seorang bayi dibawah lima tahun (Balita) terluka. Korban Arjuna Prayen Harefa (3), kini dirujuk ke Rumah Sakit Medan akibat mengalami pembengkakan di bagian kepala.

Krisman Harefa orang tua dari Arjuna Prayen Harefa yang dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (18/1/2017), membenarkan jika anaknya telah diberangkatkan ke Medan untuk mendapat perawatan akibat pembengkakan di bagian kepala.

Menurut Krisman, anaknya terluka ketika sejumlah anggota Pemuda Pancasila menyerang kediamannya yang terletak di komplek Pelabuhan Lama, Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (16/1) sekitar pukul 03.00 wib dinihari.

Setelah dirawat di RSU Gunungsitoli beberapa hari, anaknya tak kunjung sembuh, dan dokter merujuk anaknya untuk dibawa ke Rumah Sakit di Medan. Menurut dokter, anaknya  mengalami pembengkakan di bagian kepala akibat benturan.

BACA JUGA
Bentrok Sesama Anggota PP, Dua Rumah Rusak

“Mereka sudah berangkat tadi pak, saya tidak ikut dan hanya istri saya dan anak saya saja yang berangkat ke Medan. Anak saya didiagnosa dokter mengalami pembengkakan di bagian kepala dan dirujuk untuk berobat ke Medan,” terang Krisman melalui telepon seluler.

Arjuna Dimasukkan dalam Mesin Cuci
Arni Sita Buaya alias Ina Arjuna Buaya yang sebelumnya ditemui ketika memberi laporan di  Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Senin (16/1/2017), mengaku jika anaknya terluka akibat diinjak dan terkena lemparan batu saat rumah mereka diserang sejumlah personil anggota Pemuda Pancasila Kota Gunungsitoli,  sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Menurut Arni Sita Buaya alias Ina Arjuna, sebelum kejadian, dia dan anaknya sedang tiduran di ruang tamu menunggu suaminya pulang. Tiba-tiba rumah mereka dilempar pakai batu dan didobrak sejumlah pria berpakaian ormas Pemuda Pancasila.

Pria pria tersebut masuk ke dalam rumah dan menarik dia dengan kasar. Bahkan beberapa pemuda tersebut sempat menginjak anaknya dan berteriak jika mereka akan mempermalukan dirinya sambil melecehkan dia yang tinggal sendiri dan hanya bisa berteriak minta tolong.

Anaknya yang saat itu tidur disampingnya juga ikut terkena lemparan batu, sehingga dia berusaha menolong anaknya dan memasukkan dia ke dalam mesin cuci agar tidak terinjak dan kena batu yang terus dilempar dari luar.

“Saat itu mereka berteriak teriak dan salah seorang yang saya kenal berteriak keluar kau, kami akan mempermalukan dirimu. Mereka menarik saya dengan kasar, sehingga anak saya sempat diinjak dan saya mengalami beberapa luka ditubuh. Punggung anak saya saat itu lebam akibat kena batu, dan kami saat ini melapor ke polisi,” tutur Arni Sita.

Sebelumnya, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gunungsitoli Kaduhu Telaumbanua yang ditemui di sekretariat PDIP Kota Gunungsitoli, Senin (16/1), mengakui jika Krisman Harefa adalah anggota Pemuda Pancasila.

Namun, dia belum mendapat informasi jika rumah Krisman Harefa diserang anggota Pemuda Pancasila dan anaknya yang masih Balita terluka. Namun yang dia ketahui, anggota Pemuda Pancasila yang diserang dan ada yang terluka, serta sekretariat ranting Pemuda Pancasila juga dirusak. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *