40 Persen Kios Pasar Beringin Tidak Digunakan

GUNUNGSITOLI, SANURIA.COM- Sebanyak 40 persen kios di Pasar Beringin milik Pemerintah Kabupaten Nias yang terletak di Jalan Sudirman, Kota Gunungsitoli tidak digunakan.

Para penyewa kios hanya menggunakan kios sebagai gudang dan cenderung menggelar dagangannya di pinggir jalan dan troktoar sepanjang jalan Sudirman atau depan Pasar Beringin.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua ketika meninjau Pasar Beringin milik Pemkab Nias di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (30/1/2017).

“Selama ini saya amati para pedagang di Pasar Beringin menggelar dagangannya di pinggir jalan dan menimbulkan kemacetan. Setelah saya tinjau ke dalam Pasar Beringin, 40 persen kios yang ada tidak digunakan.Saya yakin, sebagian besar yang berjualan dipinggir jalan adalah pemilik kios,” ujar Wali Kota.

Kepada media, Wali Kota juga memastikan jika dia yakin, pedagang di Pasar Beringin ada yang memiliki kios hingga 5 unit. Akibatnya banyak kios yang tertutup karena hanya digunakan sebagai gudang.

“Pasti banyak pedagang dari luar ingin menyewa kios di Pasar Beringin, tetapi mereka tidak bisa dapat. Akibatnya, mereka terpaksa menggelar dagangannya di pinggir jalan dan troktoar,” tutur Lakhomizaro.

Mengantisipasi pedagang yang berjualan di depan pasar beringin dan pinggir jalan Sudirman, Wali Kota memberitahu jika langkah ke depan yang akan diambil Pemkot Gunungsitoli adalah membuat pagar di Pasar Beringin.

Pemkot Gunungsitoli juga akan melakukan pembersihan dengan menggusur dan menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Beringin atau sepanjang Jalan Sudirman.

“Prinsip kita, pajak itu hanya Pasar Beringin dan Pasar Nou. Para pedagang sayur yang berjualan melewati Pasar Beringin sepanjang Jalan Sudirman akan kita gusur dan beri teguran,” tegas Wali Kota.

Tidak lupa, Wali Kota mengimbau Pemerintah Kabupaten Nias sebagai pemilik Pasar Beringin melakukan penyewaan kios secara rata dan adil.

Dia juga memerintahkan Kadis Perindagkop untuk melakukan pengawasan terhadap harga barang, supaya harga sama rata.

Apabila ada yang menjual lebih mahal dari lokasi lain dengan mutu yang sama, dia perintahkan untuk ditangkap dan dagangannya disita.

Sesuai dialog Wali Kota dan pedagang yang menggelar dagangannya dipinggir jalan, diketahui jika para pedagang yang menggelar dagangan dipinggir jalan mayoritas punya kios di dalam Pasar Beringin.

Namun, mereka menggelar dagangannya di pinghir jalan, karena beralasan jika dagangan mereka kurang laris jika di gelar di kios yang posisinya berada paling dalam atau dibagian belakang. [IH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *